Ia menyebut keterlibatan masyarakat dalam aksi 21 April hingga aksi lanjutan menunjukkan tingginya kesadaran politik warga Kaltim.
“Masyarakat Kaltim membuktikan bahwa kesadaran politik dan kesadaran kebangsaannya tidak bisa diremehkan. Mereka sangat tahu bahwa kalau pemimpinnya tidak beres, maka harus diprotes,” ujarnya.
Tiyo pun menyatakan salut terhadap konsistensi masyarakat Kaltim dalam melakukan perlawanan terhadap kebijakan yang dianggap bermasalah.
“Saya salut untuk masyarakat Kaltim yang berani dan konsisten melakukan perlawanan,” katanya.
- Sidang Praperadilan Ditunda, Dugaan Korupsi Triliunan Belum Masuk Pembahasan Utama
- 'Selamat Jalan, Lion', Pesut Tua yang Hidup Lebih dari 30 Tahun Ditemukan Mati Mengapung di Sungai Mahakam
- Update! 14 Advokat Ancam Gugat ke PTUN, Surat Keberatan soal SK TAG Rudy Mas’ud Dua Pekan Tak Dijawab Pemprov Kaltim
Singgung “Keruntuhan Dinasti Mas’ud”
Dalam kesempatan itu, Tiyo juga menyinggung soal kekuasaan politik keluarga Rudy Mas’ud.
Ia mengingatkan agar sikap pemerintah yang dinilai semakin tertutup terhadap kritik tidak berujung pada kehancuran politik dinasti keluarga.
“Kalau Pak Rudy Mas’ud sebagai gubernur terus-menerus mempertahankan sikap yang tidak disertai rasa malu, maka ini tidak hanya berbahaya bagi masyarakat Kaltim, tetapi juga berbahaya bagi keluarganya,” ucapnya.
“Keluarganya harus menjaga betul hal ini. Jangan sampai terjadi keruntuhan dinasti Mas’ud yang dimulai dari kantor gubernur,” lanjutnya.
Meski melontarkan kritik tajam, Tiyo menegaskan pernyataan tersebut bukan ancaman, melainkan bentuk peringatan politik.
“Saya tidak mengatakan itu untuk menantang, tetapi sebagai peringatan agar berhati-hati dan jangan sampai hal itu terjadi,” katanya.
BEM Unmul: Gubernur Tak Pernah Beri Kepastian Debat
Sementara itu, Presiden BEM KM Unmul Hiththan Hersya Putra menegaskan forum tersebut merupakan kelanjutan dari perjuangan mahasiswa sejak Aksi 23 Februari lalu di Kantor Gubernur.
Ia menyebut pihaknya telah berkali-kali mengundang Rudy Mas’ud untuk debat terbuka, namun hingga kini tak pernah mendapat kepastian resmi.
“Bahkan sebelum aksi berlangsung, kami sudah mengirim surat tantangan debat terbuka kepada gubernur,” katanya.
Tag



