Arus Publik

Kenapa Guru di Kubar Kompak Mogok Massal? Ada Beleid Aturan Batasi Angka Tunjangan Pengajar ASN?

Jumat, 19 September 2025 18:36

KOLASE FOTO - Potret mogok kerja para guru ASN di Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur (Kaltim)/ Foto: HO diterima Arusbawah.co

ARUSBAWAH.COGuru dari beberapa sekolah yang ada di Kutai Barat (Kubar) serempak satu aksi. 

Mereka melakukan aksi mogok kerja/ mogok mengajar ini sudah terjadi sejak 17 September 2025 lalu. 

Informasi dihimpun tim redaksi Arusbawah.co, aksi mogok kerja ini tak terjadi hanya di satu lokasi sekolah. 

Bahkan beberapa di sekolah jenjang SD dan SMP yang kewenangannya memang berada di kabupaten/ kota (SMA merupakan kewenangan provinsi). 

Redaksi Arusbawah.co turut mendapatkan kiriman beberapa potret kondisi sekolah yang para guru ASN-nya memutuskan untuk tak bekerja. 

SPANDUK MOGOK KERJA PARA GURU di KUBAR/ HO diterima Arusbawah.co
SPANDUK MOGOK KERJA PARA GURU di KUBAR/ HO diterima Arusbawah.co
SPANDUK MOGOK KERJA PARA GURU di KUBAR/ HO diterima Arusbawah.co
SPANDUK MOGOK KERJA PARA GURU di KUBAR/ HO diterima Arusbawah.co
SPANDUK MOGOK KERJA PARA GURU di KUBAR/ HO diterima Arusbawah.co
SPANDUK MOGOK KERJA PARA GURU di KUBAR/ HO diterima Arusbawah.co
SPANDUK MOGOK KERJA PARA GURU di KUBAR/ HO diterima Arusbawah.co
SPANDUK MOGOK KERJA PARA GURU di KUBAR/ HO diterima Arusbawah.co

 

Sebenarnya apa yang terjadi, dan apa yang dikeluhkan para guru ASN di Kutai Barat itu? 

Informasi dihimpun Arusbawah.co, dilakukannya aksi mogok kerja oleh para guru ASN di Kubar itu, dilandasi adanya ketidakadilan yang dirasakan para pengajar. 

Spesifiknya, terkait Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) yang belum mendapat kejelasan dari pemerintah daerah.

Martin, perwakilan Forum Komunikasi Antar Guru, menjelaskan bahwa para guru tidak lagi bernaung di PGRI karena adanya perbedaan pendapat.

Mereka kini membentuk forum baru yang sah secara hukum untuk memperjuangkan kesejahteraan guru.

Tuntutan Guru: TPP Setara Struktural dan Tolak Pemotongan

Menurut Martin, tuntutan utama para guru adalah agar TPP disetarakan dengan TPP struktural sehingga tidak ada ketimpangan antarpegawai.

Tag

MORE