ARUSBAWAH.CO - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengoptimalkan peran pilar-pilar sosial untuk mendukung operasional dan menjawab tantangan perekrutan siswa, khususnya jenjang sekolah dasar (SD) pada program rintisan Sekolah Rakyat.
Menurut Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kaltim, Achmad Rasyidi, pilar sosial seperti Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), hingga Taruna Siaga Bencana (Tagana) terlibat penuh dari proses perekrutan hingga menjadi bagian warga sekolah.
“Tantangan terbesar perekrutan siswa SD ada pada sistem boarding school. Sering kali ada anak yang berminat, tapi tidak diizinkan orang tua, atau sebaliknya,” ujar Rasyidi di Samarinda, Rabu (06/8/2025).
Tantangan dan Pendekatan Sosialisasi
Untuk mengatasi kendala tersebut, pendamping sosial—khususnya SDM PKH—secara rutin melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada keluarga penerima manfaat yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Data ini menjadi basis utama perekrutan siswa Sekolah Rakyat.
Tag



