Partisipasi murni pendidikan SMA bahkan sudah menyentuh 98,75 persen, tertinggi di Indonesia namun minat melanjutkan ke perguruan tinggi dinilai masih perlu digenjot.
Melalui program baru ini, Kaltim menjadi daerah pertama yang memberikan dukungan pendidikan penuh hingga tingkat magister dan doktor, bekerja sama dengan 51 perguruan tinggi terakreditasi.
Mulai 2025, mahasiswa baru tidak lagi dikenakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) saat pendaftaran.
Program ini diprioritaskan bagi mahasiswa yang telah berdomisili minimal tiga tahun di Kaltim dan tidak berlaku untuk kelas jauh, kelas malam, maupun kelas eksekutif.
Pada tahun pertama, target penerimanya mencapai 30.943 mahasiswa, dan jumlah tersebut direncanakan meningkat menjadi 85.000 orang pada 2026.
Selain sektor pendidikan, Pemprov juga menghadirkan berbagai layanan gratis lainnya, seperti kesehatan gratis, program penanganan stunting, internet desa, seragam sekolah, biaya administrasi rumah, hingga umrah gratis bagi marbut dan penjaga tempat ibadah.
“Penyerahan simbolis program umrah gratis dijadwalkan pada 25 Juni 2025 di Kutai Barat, dan akan berlanjut hingga 2030,” pungkas Dasmiah.
(ir/adv/diskominfokaltim)
Tag



