ARUSBAWAH.CO - Dalam upaya serius mengembangkan SDM, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memperkenalkan program pendidikan gratis total.
Dengan kebijakan ini, Kaltim menjadi pionir nasional yang menanggung seluruh biaya pendidikan masyarakatnya dari tingkat dasar hingga pascasarjana, sejalan dengan target Indonesia Emas 2030.
Kepala Biro Kesra Setda Kaltim, Dasmiah, menegaskan dalam konferensi pers di Ruang Wiek Diskominfo Kaltim, Jumat (21/11/2025), bahwa kebijakan ini bukan langkah spontan.
Ia menyebutkan bahwa konsep pendidikan gratis sepenuhnya dirancang sesuai kapasitas anggaran daerah serta tetap mengikuti regulasi nasional.
“Banyak yang salah paham kalau ‘gratis total’ berarti tanpa aturan. Padahal, ini bagian dari komitmen Kaltim untuk tidak lagi bergantung pada sumber daya alam seperti minyak, gas, dan mineral,” kata Dasmiah.
Ia menilai ketergantungan pada sektor ekstraktif harus mulai dialihkan dengan membangun kualitas SDM yang menjadi penggerak ekonomi baru daerah. Karena itulah Pemprov memprioritaskan pembangunan pada tiga bidang utama: pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Dasmiah menambahkan, kebijakan pendidikan gratis juga sejalan dengan agenda nasional seperti Nawa Cita hingga Hasta Cinta, yang menekankan peningkatan kualitas pendidikan, penguasaan teknologi, layanan kesehatan, olahraga, serta perlindungan kelompok rentan.
Meskipun Kaltim berada di posisi ketiga nasional berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), masih ada sejumlah tantangan. Lama belajar masyarakat rata-rata baru mencapai 14 tahun atau setara lulusan SMA.
Partisipasi murni pendidikan SMA bahkan sudah menyentuh 98,75 persen, tertinggi di Indonesia namun minat melanjutkan ke perguruan tinggi dinilai masih perlu digenjot.
Melalui program baru ini, Kaltim menjadi daerah pertama yang memberikan dukungan pendidikan penuh hingga tingkat magister dan doktor, bekerja sama dengan 51 perguruan tinggi terakreditasi.
Mulai 2025, mahasiswa baru tidak lagi dikenakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) saat pendaftaran.
Program ini diprioritaskan bagi mahasiswa yang telah berdomisili minimal tiga tahun di Kaltim dan tidak berlaku untuk kelas jauh, kelas malam, maupun kelas eksekutif.
Pada tahun pertama, target penerimanya mencapai 30.943 mahasiswa, dan jumlah tersebut direncanakan meningkat menjadi 85.000 orang pada 2026.
Selain sektor pendidikan, Pemprov juga menghadirkan berbagai layanan gratis lainnya, seperti kesehatan gratis, program penanganan stunting, internet desa, seragam sekolah, biaya administrasi rumah, hingga umrah gratis bagi marbut dan penjaga tempat ibadah.
“Penyerahan simbolis program umrah gratis dijadwalkan pada 25 Juni 2025 di Kutai Barat, dan akan berlanjut hingga 2030,” pungkas Dasmiah.
(ir/adv/diskominfokaltim)




