ARUSBAWAH.CO - Suasana nostalgia tempo dulu akan hadir di kawasan Citra Niaga Samarinda melalui gelaran KALA FEST 2026 (Kalimantan Art, Koeltoer dan Lokal Aktie Festival) yang berlangsung pada 5–7 Juni 2026.
Mengusung tema “The Golden Days of Tempo Doeloe”, festival ini mengajak masyarakat kembali merasakan hangatnya kehidupan masa lampau melalui beragam pertunjukan seni, budaya, kuliner, hingga permainan tradisional.
Berpusat di Tugu Citra Niaga, acara berlangsung setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 23.00 WITA dengan menghadirkan berbagai komunitas, pelaku seni, budayawan, hingga tokoh publik.
Ragam Aktivitas Bernuansa Tempo Doeloe
Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung dapat menikmati berbagai kegiatan khas yang menghidupkan suasana masa lalu.
Mulai dari parade sepeda ontel dan scooter klasik, jajanan tradisional, pertunjukan seni budaya, lapak baca, layar tancap, parade busana tempo dulu, musik tingkilan dan keroncong, hingga permainan rakyat yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Festival ini juga menjadi ruang edukasi budaya yang melibatkan komunitas seni, pegiat literasi, serta generasi muda Samarinda.
Jadwal Lengkap Hari Pertama KALA FEST 2026
Pembukaan hari pertama pada Jumat, 5 Juni 2026 diawali dengan sesi edukasi keuangan yang menghadirkan Angga Heryadi, Manajer Madya Kantor OJK Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, pada pukul 15.00–15.30 WITA.
Setelah itu, panggung festival akan diisi sejumlah pertunjukan seni dari pelajar dan komunitas lokal.
Mulai pukul 15.30–16.00 WITA, UKM Seni dan Musik Reansho akan menampilkan kreativitas muda melalui permainan angklung dan musik tempo dulu.
Kemudian pada pukul 16.00–16.30 WITA, giliran SD Islam Al-Fatih A, Tari Nirmala The 24, dan kelompok musik akustik yang membawakan lagu-lagu lawas tampil menghibur pengunjung.
Dialog Budaya dan Pengenalan Permainan Tradisional
Memasuki sore hari, pukul 16.30–17.30 WITA, pengunjung dapat mengikuti pameran komunitas yang mengenalkan berbagai permainan tradisional serta kekayaan budaya lokal.
Pada waktu yang sama juga digelar dialog bertajuk “Pemuda sebagai Agen Pemajuan Kebudayaan” yang menghadirkan influencer budaya Alif Fakod dan Sayid Ferhat dengan moderator Putri Yunata.
Diskusi ini akan membahas peran generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya di tengah arus modernisasi.
Tiba-Tiba Dangdut hingga Talk Show Samarinda Tempo Doeloe
Menjelang malam, panggung utama akan menampilkan pertunjukan musik tempo dulu yang dibawakan grup Tiba-Tiba Dangdut.
Setelah jeda istirahat, salat, dan makan (Ishoma), acara pembukaan resmi dimulai pukul 19.00 WITA dengan berbagai persembahan tari tradisional, di antaranya Tari Pabat Pibui, Tari Tangui, Tari Jepen Sidabil Bhawi Bahalap, dan Tari Tegak Lewang Gantung.
Rangkaian seremoni pembukaan juga diisi sambutan dari Ketua Panitia Dinda Tyas Ningsih, Ketua Tirto Negoro Foundation Dr. Rahmad Azazi, M.Pd., serta Wali Kota Samarinda Dr. H. Andi Harun.
Sebagai simbol dimulainya festival, akan dilakukan pemukulan pentungan bersama para tamu kehormatan yang dilanjutkan dengan menikmati kudapan khas Kalimantan diiringi alunan musik keroncong.
Wali Kota Samarinda dan Hetifah Sjaifudian Jadi Pembicara
Salah satu agenda utama KALA FEST 2026 adalah talk show bertajuk “Samarinda Tempo Doeloe: Cerita Kota, Jejak Masa Lalu, Arah Masa Depan” yang berlangsung pukul 20.55–22.00 WITA.
Diskusi ini menghadirkan Wali Kota Samarinda Dr. H. Andi Harun, Ketua Komisi X DPR RI Dr. Hetifah Sjaifudian, M.PP, serta budayawan Kalimantan Timur Syafruddin Pernyata.
Talk show tersebut akan dimoderatori oleh Dr. Rahmad Azazi dan membahas perjalanan sejarah Kota Samarinda sekaligus arah pengembangan budaya di masa mendatang.
Acara hari pertama akan ditutup dengan penampilan musik era 1980-an dan parade komunitas sepeda ontel hingga pukul 23.00 WITA.
Ajak Masyarakat Bernostalgia
Melalui KALA FEST 2026, penyelenggara berharap masyarakat dapat menikmati kembali suasana tempo dulu yang penuh kehangatan sekaligus memperkuat kecintaan terhadap seni, budaya, dan sejarah lokal.
Festival ini terbuka untuk umum dan menjadi salah satu agenda budaya yang diproyeksikan menarik perhatian masyarakat Samarinda selama akhir pekan. (red)
- Nostalgia Kota Lawas di KalaFest 2026, Ada Parade Vespa hingga Jajanan Tempo Doeloe
- Puncak SastraLoka 2025 Digelar di Samarinda: Rayakan Warisan Sastra Kalimantan Timur
- 28.000 Penonton Meriahkan Pagelaran Sabang Merauke 2025: Hanya Indonesia yang Punya “Hikayat Nusantara”
- Kala Fest 2025 dan Komunitas Sepeda Onthel: Nostalgia Kayuhan Onthel di Tengah Kota Tepian




