Banyak sepeda merupakan warisan dari orang tua atau kakek yang tidak boleh dijual.
“Sepeda ini kenangan masa perjuangan, makanya kami rawat, kami modifikasi, beli sparepartnya walau mahal,” tuturnya.
Merawat sepeda onthel memang tidak sulit, tapi mencari onderdilnya cukup menantang.
“Cuma satu toko lengkap di Samarinda, di depan Pasar Pagi. Karena itu, sparepart-nya mahal,” jelas Mas Joy.
“Yang saya bawa ini, pemiliknya saja sudah meninggal,” ucapnya, sambil menunjuk sepeda klasik yang terparkir di dekatnya.
Apresiasi dari DPR RI
Pameran Kala Fest juga mendapat perhatian dari Legislator RI.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, turut hadir dan memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Kala Fest.
“Saya mengapresiasi inisiatif Tirtonegoro Foundation. Kala Fest menjadi wahana kolaborasi antar komunitas dan generasi muda, terutama pelaku dan calon pelaku pemajuan kebudayaan,” katanya.
Menurutnya, menjaga warisan budaya harus diiringi dengan penciptaan inovasi baru agar kebudayaan tetap hidup dan menjadi bagian dari pembangunan peradaban.
Hetifah menekankan pentingnya dukungan terhadap komunitas budaya seperti ini.
“Kegiatan seperti ini perlu sering diselenggarakan untuk membuka ruang ekspresi pemajuan kebudayaan,” pungkasnya. (Irwan)
Tag



