ARUSBAWAH.CO - Samarinda serasa kembali ke masa silam.
Selama tiga hari, 13-15 Juni 2025, kawasan Citra Niaga disulap menjadi panggung tempo dulu.
Di bawah tema Kala Fest 2025, Tirtonegoro Foundation menghadirkan pameran seni budaya bertajuk Kalimantan Art Samarinda Tempo Dulu, salah satunya melalui penampilan komunitas sepeda onthel yang membawa napas klasik ke tengah modernitas.
Sepeda ontel, yang akrab dengan cerita perjuangan dan kenangan masa lalu, kembali hadir bukan sekadar kendaraan, melainkan simbol kenangan masa lalu.
Para anggota komunitas datang dengan sepeda tua, mengenakan celana cutbray dan baju bergaya tahun 70-an, berjoget diiringi lagu-lagu lawas.
“Hari ini kami pamerkan sepeda ontel sambil pakai busana tempo dulu celana cutbrey, meriahkan suasana,” ucap Joko Trianto, yang akrab disapa Mas Joy, salah satu anggota komunitas dari Tenggarong saat diwawancara wartawan Arusbawah.co pada Jumat (13/6/2025) malam.

Mas Joy, pria berusia 61 tahun itu, saksi hidup bagaimana sepeda ontel tetap lestari di KalimantanTimur.
Ia menjelaskan bahwa komunitas Onthel bernaung di bawah Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Kaltim.
“Di bawahnya ada KOSTI Kukar, Samarinda, Balikpapan, Bontang, Mahulu. Ada juga OPSIR dari Palaran, OSOK Tenggarong, PEDAL dari Loa Hulu,” jelasnya.
Sekitar 50 anggota komunitas hadir dalam acara itu, sebagian besar membawa sepeda ontel.
Tag



