ARUSBAWAH.CO - Data laman SiRUP sirup.inaproc.id yang memperlihatkan sebuah tempat bernama Harum Resort di Balikpapan tercatat menagihkan sedikitnya Rp144 juta kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) pada tahun anggaran 2026 memantik tanda tanya.
Redaksi Arusbawah.co pun turut mengonfirmasi hal itu kepada Inspektorat Kaltim.
Berdasarkan data SIRUP, penagihan Harum Resort berkaitan dengan tiga kegiatan yang digelar di kawasan pesisir Teluk Balikpapan.
Tempat itu dikenal sebagai restoran sekaligus lokasi istirahat di kawasan pantai.
Informasi yang beredar menyebut Harum Resort merupakan milik Gubernur, Rudy Mas’ud.
Dalam laman SiRUP, setidaknya tercatat tiga paket pengadaan yang terhubung dengan lokasi tersebut, mulai dari tagihan Natura, belanja jamuan tamu gubernur, hingga cinderamata untuk kunjungan Menteri ESDM.
Inspektorat Kaltim Jelaskan Fungsi Harum Resort
Ditemui usai rapat di Gedung DPRD Kaltim, Senin (14/4/2026), Kepala Inspektorat Kaltim, M. Irfan Pranata, tidak membantah keterkaitan Harum Resort dengan gubernur Rudy Mas’ud.
Dikonfirmasi, ia justru menjelaskan fungsi tempat itu sejak masa Pilgub hingga kini.
“Sebenarnya Harum Resort dulunya waktu pemilihan gubernur itu dijadikan posko pemenang. Setelah beliau terpilih jadi gubernur itu dijadikan tempat tinggal pribadi dan juga untuk menerima tamu,” ujarnya.
Digunakan untuk Menjamu Tamu VIP Pemerintah
Menurut Irfan, saat ini Harum Resort digunakan sebagai lokasi penerimaan tamu-tamu penting pemerintah, terutama yang beraktivitas di kota Balikpapan.
“Sekarang Harum Resort itu dijadikan untuk menerima tamu-tamu VIP seperti menteri, anggota DPR-RI yang berkunjung ke Kota Balikpapan,” katanya.
Ia berdalih, kebijakan itu diambil karena keterbatasan anggaran daerah.
Pemprov Kaltim, kata dia, sedang dalam kondisi efisiensi anggaran.
“Karena sekarang kita efisiensi, tidak ada dana. Dulu-dulunya kan kita itu selalu terima tamu-tamu VIP itu di hotel,” ucapnya.




