Menurut Septiaji, Indonesia Fact-Checking Summit 2024 sebagai wadah bagi para pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem informasi sehat.
Septiaji menekankan bahwa masih banyak kesenjangan dalam penanganan ujaran kebencian, mulai dari sisi regulasi, hingga rendahnya literasi digital masyarakat.
"Kerukunan kita diuji, polarisasi semakin nyata di ruang digital kita. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh oknum untuk menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian," ujarnya.
Indonesia Fact-Checking Summit 2024 menjadi forum untuk mendengarkan update dari Bawaslu RI dan KPU RI sebagai penyelenggara pemilu, masyarakat sipil, dan pemerintah soal disinformasi digital.
Dalam acara ini, diharapkan tercipta sinergi yang tidak hanya berdampak di level nasional, tetapi juga regional hingga internasional.
Untuk itu, turut diundang juga perwakilan dari Malaysia, Thailand, dan Filipina untuk membahas kolaborasi lintas negara dalam fact-checking, regulasi, dan edukasi sebagai bagian dari upaya memperkuat kerjasama,
Tag



