ARUSBAWAH.CO - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menekankan pentingnya kesejahteraan atlet Indonesia di tengah pergantian kepemimpinan di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Hal ini Hetifah Sjaifudian sampaikan dalam podcast bersama Merry Riana pada Jumat (19/09/2025).
Menurut Hetifah Sjaifudian, perhatian pemerintah terhadap atlet tidak boleh berhenti pada pemberian bonus saat meraih prestasi, tetapi harus berbentuk skema berkelanjutan yang menjamin masa depan mereka.
“Selama ini penghargaan memang ada, tetapi sifatnya hanya bonus saat juara. Kita harus memikirkan hal yang lebih menyeluruh, bagaimana nasib mereka setelah pensiun dan bagaimana keberlanjutan karier atlet ke depan,” ujar Hetifah.
Harapan untuk Menpora Erick Thohir
Hetifah Sjaifudian menilai Erick Thohir sebagai sosok yang tepat memimpin Kemenpora karena memiliki jaringan luas dan pengalaman manajerial.
Namun, ia mengingatkan agar fokus utama tidak hanya tertuju pada prestasi jangka pendek, melainkan juga pada pembinaan jangka panjang.
Erick Thohir diharapkan mampu merancang kebijakan yang tidak hanya mengangkat nama Indonesia di panggung olahraga dunia, tetapi juga memberi kepastian bagi kesejahteraan atlet sepanjang karier hingga setelah pensiun.
“Pak Erick itu punya kemampuan manajerial yang hebat dan jaringan yang sangat luas. Saya berharap beliau tidak hanya fokus ke target jangka pendek atau medali, tapi juga membangun sistem jangka panjang supaya atlet kita tetap punya masa depan setelah pensiun,” kata Hetifah.
Kesejahteraan Bukan Sekadar Bonus
Dalam perbincangan tersebut, Hetifah Sjaifudian menyoroti praktik lama yang hanya memberikan penghargaan berupa bonus ketika atlet meraih medali.
Menurutnya, sistem seperti ini tidak cukup untuk menjawab tantangan kehidupan atlet setelah mereka berhenti bertanding.
Ia menegaskan perlunya rancangan kebijakan yang lebih menyeluruh, mencakup asuransi, jaminan sosial, hingga peluang pendidikan dan pekerjaan kedua.
“Selama ini kalau ada penghargaan, bentuknya bonus untuk yang menang. Tapi itu kan sifatnya sesaat. Padahal atlet kita butuh sesuatu yang lebih menyeluruh, bagaimana kehidupannya setelah pensiun, bagaimana keberlanjutan kariernya, itu harus dipikirkan,” ujar Hetifah.
Ekosistem Olahraga yang Sehat
Selain kesejahteraan individu, Hetifah Sjaifudian juga menekankan pentingnya membangun ekosistem olahraga yang sehat.
Menurutnya, olahraga bukan sekadar soal prestasi atau medali, tetapi juga bagian dari budaya dan gaya hidup masyarakat Indonesia.
Agar hal itu tercapai, negara perlu menyediakan fasilitas memadai, pembinaan usia dini, hingga dukungan sport science.
Semua ini akan berjalan efektif jika kesejahteraan atlet turut menjadi prioritas.
“Olahraga itu bukan sekadar medali, tapi harus jadi bagian dari budaya dan gaya hidup masyarakat kita,” ucap Hetifah.
Peran DPR dan Kemenpora
Sebagai pimpinan Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menyatakan komitmennya untuk terus mengawasi kebijakan pemerintah di bidang olahraga dan kepemudaan.
Ia menegaskan bahwa kesejahteraan atlet akan menjadi salah satu agenda yang terus diperjuangkan di parlemen.
Menurutnya, dengan koordinasi yang baik antara DPR, Kemenpora, dan stakeholder olahraga lainnya, Indonesia bisa membangun sistem yang tidak hanya menghasilkan atlet juara, tetapi juga melahirkan generasi yang sejahtera dan berdaya saing tinggi.
"Kami di Komisi X tentu akan terus mengawal kebijakan olahraga dan kepemudaan. Salah satunya bagaimana memastikan kesejahteraan atlet ini masuk dalam agenda yang utama, bukan sekadar bonus ketika mereka juara." Jelas Hetifah.
Penutup
Hetifah Sjaifudian berharap momentum pergantian kepemimpinan di Kemenpora dapat menjadi titik awal bagi perbaikan menyeluruh dalam dunia olahraga Indonesia.
Ia menegaskan bahwa kesejahteraan atlet harus menjadi prioritas utama, sejajar dengan target prestasi internasional.
Dengan kebijakan yang tepat, Erick Thohir diyakini dapat meninggalkan warisan positif berupa sistem olahraga yang berkelanjutan dan menyejahterakan atlet di masa depan. (naa)
- Hetifah Sjaifudian Soroti ‘PR’ Erick Thohir sebagai Menpora dalam Olahraga Indonesia
- Bedah Pendapatan Daerah Kaltim Era Tiga Gubernur: Dari Rp 11,6 Triliun (2013) hingga Rp 22 Triliun (2024)
- Rudy Mas’ud dan Syafruddin Janji Mau Fighting Perjuangkan PI 10% PT ENI! Tak Mau Kaltim Tak Hanya Jadi Penonton




