Menurutnya, sistem seperti ini tidak cukup untuk menjawab tantangan kehidupan atlet setelah mereka berhenti bertanding.
Ia menegaskan perlunya rancangan kebijakan yang lebih menyeluruh, mencakup asuransi, jaminan sosial, hingga peluang pendidikan dan pekerjaan kedua.
“Selama ini kalau ada penghargaan, bentuknya bonus untuk yang menang. Tapi itu kan sifatnya sesaat. Padahal atlet kita butuh sesuatu yang lebih menyeluruh, bagaimana kehidupannya setelah pensiun, bagaimana keberlanjutan kariernya, itu harus dipikirkan,” ujar Hetifah.
Ekosistem Olahraga yang Sehat
Selain kesejahteraan individu, Hetifah Sjaifudian juga menekankan pentingnya membangun ekosistem olahraga yang sehat.
Menurutnya, olahraga bukan sekadar soal prestasi atau medali, tetapi juga bagian dari budaya dan gaya hidup masyarakat Indonesia.
Agar hal itu tercapai, negara perlu menyediakan fasilitas memadai, pembinaan usia dini, hingga dukungan sport science.
Semua ini akan berjalan efektif jika kesejahteraan atlet turut menjadi prioritas.
“Olahraga itu bukan sekadar medali, tapi harus jadi bagian dari budaya dan gaya hidup masyarakat kita,” ucap Hetifah.




