Arus Publik

Deep Talk with Arusbawah.co

Helmi Abdullah soal Kucing dan Pandangannya soal Rezeki yang Tidak Bisa Mengakali Yang Di Atas

DEEPTALK - Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, saat menjadi narasumber program DeepTalk Arusbawah.co

ARUSBAWAH.COHelmi Abdullah mengaku tidak pernah tenang tidur jika kucing-kucing yang datang ke rumahnya belum makan.

Karena itu, Ketua DPRD Samarinda tersebut kerap masuk dapur pada malam hari untuk menggoreng ikan, mencampurnya dengan nasi, lalu menyajikannya bagi hewan-hewan yang sudah menunggu di teras rumah.

“Kalau sudah malam dia ngeong-ngeong, berarti minta makan. Saya gorengkan ikan, saya kasih makan,” ujarnya.

Bagi Helmi, kebiasaan itu adalah bagian dari cara pandangnya tentang kehidupan, rezeki, dan sedekah yang dibentuk oleh pengalaman panjang sejak masa mudanya.

"Kalau tidak begitu, saya malah tidak tenang tidur,” ujar Helmi sambil tertawa saat berbincang panjang mengenai perjalanan hidupnya ketika menjadi narasumber program 'DeepTalk' Arusbawah.co, Kamis (28/5/2026).

Kebiasaan itu terdengar sederhana.

Namun bagi politikus Gerindra yang kini menjabat Ketua DPRD Samarinda tersebut, ada filosofi yang jauh lebih besar di baliknya.

Belajar dari Kesalahan Rp80 Ribu

Helmi mengaku tidak memiliki amalan khusus yang dianggap menjadi kunci kesuksesannya dalam berbisnis maupun berpolitik.

Ia justru lebih percaya pada pelajaran-pelajaran kecil yang diperoleh dari pengalaman hidup.

Salah satu pengalaman yang paling membekas terjadi saat dirinya masih menjadi mahasiswa dan tinggal bersama bibinya.

Kala itu ia diminta berbelanja ikan ke pasar untuk kebutuhan usaha katering keluarga.

Harga ikan sekitar Rp190 ribu. Namun pedagang salah memberikan uang kembalian.

“Harusnya kembali Rp10 ribu, tapi saya dikasih Rp90 ribu,” kenang pria kelahiran Muara Muntai ini.

Saat itu ia menganggap kejadian tersebut sebagai keberuntungan. Selisih Rp80 ribu itu tidak langsung dikembalikannya.

Namun keesokan harinya, ia mengalami kecelakaan.

Motor yang dikendarainya bertabrakan dengan kendaraan lain. 

Selain mengalami luka lecet, ia juga harus menanggung biaya perbaikan kendaraan yang jumlahnya jauh lebih besar.

“Kemarin saya dapat untung Rp80 ribu, besoknya keluar hampir Rp800 ribu,” katanya.

Peristiwa itu membuatnya berpikir ulang tentang makna kejujuran dan rezeki.

Tak lama kemudian ia kembali menemui pedagang ikan tersebut untuk mengembalikan uang yang bukan haknya.

Alih-alih marah, pedagang itu justru memberikan tambahan ikan sebagai bentuk terima kasih.

“Di situ saya belajar. Kita mungkin bisa mengakali manusia, tapi tidak bisa mengakali yang di atas,” ujar legislator Gerindra ini.

Dari Kucing ke Rezeki

Pengalaman serupa juga ia rasakan dalam hal-hal yang menurut banyak orang terlihat sepele.

Helmi mengaku beberapa kali merasakan perbedaan ketika memperlakukan hewan, terutama kucing.

Ia pernah merasa kesal dan mengusir bahkan menendang kucing yang mengganggu.

Namun dalam pengalamannya, setelah itu justru muncul berbagai persoalan yang membuatnya tidak nyaman.

Sebaliknya, ketika ia memberi makan kucing yang datang ke rumah, ada perasaan tenang yang sulit dijelaskan.

“Kadang besoknya urusan terasa lebih lancar,” katanya.

Helmi tidak menganggap hal itu sebagai sesuatu yang mistis.

Baginya, itu lebih kepada pengingat bahwa manusia hidup berdampingan dengan makhluk lain dan memiliki tanggung jawab untuk berbagi.

Rezeki mereka mungkin memang lewat kita,” ucapnya.

Karena itulah hingga sekarang, meski sudah menjabat sebagai orang nomor satu di Parlemen Basuki Rahmat, ia tetap meluangkan waktu sendiri untuk menyiapkan makanan bagi kucing-kucing yang datang ke rumahnya.

"Saya Ketua DPRD, tapi saya gorengkan ikan itu (untuk kucing)," bebernya.

Hidup Sederhana Meski Bisa Hidup Mewah

Prinsip yang sama juga diterapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Helmi mengaku tidak pernah terlalu tertarik pada gaya hidup mewah.

Ia tidak memakai jam tangan mahal, tidak mengejar pakaian bermerek, bahkan masih menggunakan telepon genggam yang menurutnya sudah tergolong keluaran lama.

“Yang penting nyaman dipakai, bersih, dan berfungsi,” ujarnya.

"Kalau belum rusak, ya pakai saja. Menurut saya enggak harus yang baru terus," sambung Helmi.

Menurut Helmi, kemampuan membeli barang mahal bukan berarti harus selalu diwujudkan.

Ia lebih memilih mengajarkan anak-anaknya untuk menabung jika menginginkan sesuatu.

“Kalau mau beli sesuatu, kumpulkan uang dulu. Kalau kurang baru saya tambahkan,” katanya.

Prinsip itu ia tanamkan agar anak-anaknya memahami bahwa setiap keinginan membutuhkan usaha.

Helmi mengaku sengaja tidak membiasakan anak-anaknya mendapatkan semua hal secara instan. Menurutnya, uang bisa habis, tetapi kebiasaan berusaha akan menjadi bekal yang jauh lebih berharga.

"Uang itu seberapa banyak pun kalau cuma dipakai terus pasti habis. Tapi kalau kita punya ilmu dan mau berusaha, kita bisa cari lagi," ujarnya.

Dari Anak Kampung Menjadi Ketua DPRD

Perjalanan hidup Helmi sendiri jauh dari kata mudah.

Ia lahir dan besar dalam keluarga sederhana di Muara Muntai.

Saat kuliah di Samarinda, ia mengaku pernah mengalami masa-masa sulit hingga tidak selalu bisa makan tiga kali sehari.

Karier bisnisnya dimulai dari peluang kecil yang diberikan orang-orang yang mempercayainya.

Kejujuran yang ditunjukkannya membuat sejumlah tokoh membantu membukakan jalan hingga ia akhirnya membangun perusahaan jasa telekomunikasi.

Usahanya berkembang pesat, terutama saat krisis moneter 1998.

Dari dunia usaha itulah ia kemudian terjun ke politik.

Kariernya di Partai Gerindra dimulai pada 2013. Saat itu Gerindra di DPRD Samarinda hanya memiliki satu kursi.

Bersama timnya, Helmi ikut membangun struktur partai hingga perolehan kursi meningkat menjadi lima pada Pemilu 2014, delapan kursi pada Pemilu 2019, dan sembilan kursi pada Pemilu 2024.

Hasil tersebut mengantarkannya menjadi Ketua DPRD Samarinda.

Meski demikian, Helmi mengaku tidak pernah melupakan asal-usulnya.

Menurutnya, bisnis, politik, maupun kehidupan sehari-hari pada akhirnya bertumpu pada satu hal yang sama: kejujuran dan konsistensi.

“Kalau kita dipercaya, jalan akan terbuka sendiri,” ujarnya.

(raf)

 

Tag

MORE