"Kesiapan guru, fasilitas pendukung, dan sistem pembelajaran harus diperhitungkan sejak awal agar implementasinya berjalan maksimal," ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan sebuah kurikulum tidak hanya bergantung pada materi pembelajaran, tetapi juga dukungan sumber daya manusia dan sarana yang tersedia.
Harminsyah menilai pengenalan coding dan AI sejak dini dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir logis, kreatif, dan inovatif.
Namun, ia mengingatkan bahwa tujuan pendidikan bukan sekadar membuat siswa menguasai teknologi, melainkan membentuk sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan teknologi secara produktif.
"Kita tentu harus mengikuti perkembangan zaman. Teknologi berkembang sangat cepat dan anak-anak perlu memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan," katanya.
Ia berharap penerapan kurikulum coding dan AI nantinya mampu mencetak generasi yang tidak hanya melek digital, tetapi juga mampu menggunakan teknologi untuk mendukung pembelajaran, kreativitas, serta menyelesaikan berbagai persoalan.
"Teknologi memiliki manfaat yang sangat besar. Yang penting bagaimana peserta didik dapat menggunakannya secara tepat sehingga memberikan dampak positif bagi pengembangan diri mereka," pungkasnya.
Menurut Harminsyah, kurikulum coding dan AI berpotensi menjadi salah satu inovasi strategis dalam dunia pendidikan apabila disiapkan melalui perencanaan yang matang, didukung tenaga pendidik yang kompeten, serta fasilitas yang memadai. (adv)
Tag



