Setiap simulasi dirancang menyerupai kondisi nyata. Tidak hanya keterampilan klinis yang diuji, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, membagi peran, dan mengambil keputusan dalam tekanan waktu.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memastikan setiap tenaga kesehatan mampu merespons kondisi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi sehingga peluang keselamatan pasien semakin besar.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi.
Diskusi berlangsung aktif, sementara simulasi dijalankan dengan penuh keseriusan. Masing-masing peserta berusaha memahami perannya ketika menghadapi pasien yang membutuhkan pertolongan segera.

Sebelumnya, workshop selama dua hari yang berlangsung pada 25–26 Juli 2026 itu dibuka oleh Wakil Direktur SDM dan Pendidikan, Pelatihan, Penelitian RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, Novita Retno Damayanti.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kesehatan bukan lagi sekadar memenuhi kewajiban administrasi, melainkan menjadi kebutuhan agar mutu pelayanan kesehatan terus meningkat dengan mengutamakan keselamatan pasien.
Tag



