Kenaikan harga barang dinilai berpotensi menekan kemampuan belanja masyarakat, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah yang paling rentan terhadap perubahan harga.
Menurut Iswandi, perbedaan kemampuan ekonomi masyarakat akan semakin terlihat ketika harga kebutuhan terus meningkat.
Warga yang memiliki kondisi finansial lebih baik masih dapat memenuhi kebutuhan mereka, sedangkan masyarakat kurang mampu akan semakin kesulitan melakukan pembelian.
"Otomatis yang mampu, yang masih beli walaupun terdampak yang tidak mampu tidak bisa beli," tuturnya.
Komisi II DPRD Samarinda pun meminta pemerintah segera mengambil langkah untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari kenaikan BBM tersebut.
Iswandi menilai kebijakan yang tepat perlu segera disiapkan agar tekanan ekonomi tidak semakin membebani masyarakat berpenghasilan rendah.
Ia berharap dalam satu hingga dua bulan ke depan pemerintah dapat menghadirkan program yang mampu menjaga daya beli masyarakat, termasuk melalui skema subsidi atau bentuk bantuan lain yang menyasar kelompok ekonomi menengah ke bawah.
"Kita lihat 1-2 bulan ini, kalau dalam 1-2 bulan ini tidak ada kebijakan pemerintah yang artinya menggantikan entah itu subsidi dalam bentuk apa terutama ekonomi menengah ke bawah, bahaya," jelasnya. (adv/naa)
Tag



