Rencana ini juga membuka jalan bagi penggunaan teknologi reproduksi berbantuan hingga kloning, sebagai opsi terakhir untuk menyelamatkan spesies ini dari kepunahan total.
Kondisi Pari Mahulu yang masih relatif sehat menjadi peluang penting untuk pengambilan materi genetik di masa depan.
Dukungan Masyarakat Adat
Dari sisi masyarakat lokal, Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur menyatakan dukungan penuh terhadap upaya penyelamatan ini.
Bagi mereka, keberadaan Badak Kalimantan tidak hanya soal satwa langka, tetapi juga bagian dari keseimbangan hutan dan kehidupan masyarakat adat.
“Kami ingin hutan tetap lestari, dan satwa dilindungi tetap hidup,” kata Ketua Dewan Adat Dayak Kaltim, Victor Juan. (pra)
Konten diproduksi oleh Jurnalis Peduli Satwa di Kalimantan Timur. Berkolaborasi dengan Arusbawah.co
Tag




