ARUSBAWAH.CO - Acara diskusi publik soal usulan Hak Angket di DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) yang digelar oleh GMNI Samarinda di Warkop Bagios, Sabtu (16/5/2026) malam, menyisakan pemandangan yang menarik.
Diskusi bertajuk "Kepung 7 Fraksi DPRD Kaltim: Menguji Keberanian dan Integritas DPRD Provinsi Kalimantan Timur dalam Melaksanakan Hak Angket" yang dibuat untuk menguji keberanian para wakil rakyat ini justru sepi dari kehadiran Anggota Dewan.
Dari tujuh fraksi yang ada di dewan, hanya Didik Agung Eko Wahono dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) yang datang menemui masyarakat.
Sementara itu, enam fraksi lainnya absen total, padahal panitia mengaku sudah mengirimkan surat undangan sejak jauh hari.
Enam fraksi yang tidak hadir itu adalah Fraksi PKS, Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra, Fraksi PKB, Fraksi Gabungan PAN-Nasdem, dan Fraksi Gabungan Demokrat-PPP.
Sentilan "Beban Moral" dari Didik PDIP
Melihat situasi tersebut, Didik Agung yang hadir sendirian dalam diskusi langsung memberikan pendapatnya.
Di hadapan mahasiswa dan aliansi masyarakat, ia berbicara soal tanggung jawab dan moral seorang wakil rakyat ketika dipanggil oleh warganya.
"Mencintai itu, kata para pejuang, gunung tinggi akan didaki, lautan luas akan diarungi. Ini kan tidak perlu mendaki gunung dan tidak perlu menyeberangi laut. Cukup beban moral mencintai saudara-saudaraku itu, cukup sudah," kata Didik.
Ketika ditanya oleh moderator apakah ketidakhadiran fraksi lain berarti mereka tidak punya moral, Didik memilih untuk tetap berpikiran positif.
"Saya tidak berkata begitu. Ini kan dari sisi saya. Saya punya moral untuk bertemu dengan saudara-saudara sekalian. Walaupun malam ini saya agak flu sedikit, tapi demi moral kepada para hadirin, saya tetap hadir di sini," jelasnya.




