Diluncurkan pada 2025 oleh pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Rudy Mas’ud–Seno Aji, gratispol menjadi salah satu program pendidikan terbesar di Kaltim.
Bantuan ini tidak hanya menanggung Uang Kuliah Tunggal (UKT), tetapi juga kebutuhan dasar perkuliahan serta dukungan bagi tenaga pendidik.
Program tersebut disiapkan sebagai langkah strategis jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kaltim, terutama dalam menghadapi transformasi ekonomi dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Tujuannya memperluas akses pendidikan tinggi, menekan angka kemiskinan melalui pendidikan, mencetak SDM terdidik, dan mendorong pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Kaltim.
Pada tahun pertama pelaksanaan, gratispol telah membiayai UKT lebih dari 32 ribu mahasiswa dan menyiapkan anggaran besar untuk memperluas jumlah penerima di tahun berikutnya.
Di sisi lain, sejumlah mahasiswa PTS mengaku cemas lantaran perbedaan sistem administrasi kampus, variasi UKT, hingga proses verifikasi data yang membuat pencairan dana tidak selalu bersamaan dengan PTN.
Namun Rudy menegaskan bahwa Pemprov tidak pernah membeda-bedakan jenis perguruan tinggi.
Tag



