Dugaan Arogansi dan Pertanyaan Status Sosial
Tensi pertemuan di dalam gedung sekretariat daerah dilaporkan sempat memanas.
Jofani memaparkan adanya sikap yang dinilai kurang patut dari pihak kepala daerah terhadap para perwakilan rakyat kecil yang hadir.
Ia menyoroti bagaimana jalannya diskusi justru diwarnai dengan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat pribadi mengenai latar belakang pekerjaan dan status sosial para peserta audiensi.
Delegasi aliansi menilai tindakan tersebut sebagai bentuk arogansi kekuasaan yang diskriminatif.
"Alangkah kecewanya kami, Gubernur melakukan tindakan yang arogan dengan menanyakan status sosial dan pekerjaan kami. Kita sebagai rakyat kecil masuk ingin bertemu pemimpin, namun justru diperlakukan demikian," tambah Jofani dengan nada kecewa.
Penyesalan sang Koordinator di Hadapan Massa
Kegagalan mendapatkan tanda tangan resmi pada berita acara tersebut menjadi beban moral tersendiri bagi sang koordinator.
Tag



