Ia akhirnya dinyatakan lolos sebagai penerima GratisPol.
Dengan status itu, beban UKT Rp5,7 juta yang sebelumnya mustahil kini ditanggung penuh pemerintah sampai ia lulus.
Baginya, itu bukan sekadar bantuan, tetapi penyelamat mimpi yang sempat ia kubur dalam-dalam.
“Sebelum tahu ada GratisPol, saya agak nyerah. Tapi setelah dengar ada beasiswa ini, saya coba. Ternyata lolos. Alhamdulillah,” ucapnya.
Kini ia bisa kembali mengejar cita-cita menjadi tenaga kesehatan.
Ia tidak lagi terbebani tekanan ekonomi dan dapat belajar dengan lebih fokus.
“Saya seneng banget, mas. Bisa mengurangi beban orang tua, bisa wujudin mimpi saya masuk kesehatan,” tambahnya. (bersambung)
(ir/adv/diskominfokaltim)
Tag



