Ahyani juga meminta Disdikbud Kukar memberi perhatian serius terhadap kondisi bangunan museum serta pengelolaan koleksinya.
“Kami berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar dapat lebih memperhatikan kondisi museum, baik dari segi gedung maupun penataan koleksi yang dipamerkan sehari-hari,” lanjutnya.
Beragam kegiatan ditampilkan untuk memperkenalkan nilai budaya daerah, termasuk pertunjukan seni tradisional Tarso dan seni bercerita khas Kutai.
Selain menumbuhkan kecintaan masyarakat pada warisan budaya, festival ini juga diarahkan untuk mengajak lebih banyak anak muda ikut serta dalam pelestarian budaya.
Ahyani memberi apresiasi khusus terhadap karya generasi muda berupa pengembangan gim bertema budaya Kukar.
”Kita lebih segmennya ke anak muda untuk bisa ikut berpartisipasi dalam kebudayaan yang kita lakukan. Yang menarik juga tadi ada adik kita juga sudah bisa membuat (game) yang bernuansa budaya. Karena nanti isinya itu khusus untuk mengenalkan kebudayaan Kutai Katanegara yang berproses di dalam GIM,” pungkasnya.
Pemerintah menilai inovasi gim tersebut berpotensi berkembang luas dan menjadi sarana modern untuk mempromosikan kekayaan adat Kukar.
Ahyani menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Festival Museum Kayu Tuah Himba 2025 merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memajukan kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan daerah. (adv)
Tag



