ARUSBAWAH.CO - Gelombang video ucapan terima kasih dari berbagai SMA dan SMK di Kalimantan Timur kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim memicu polemik tajam.
Fenomena yang viral di media sosial ini menuai kritik pedas dari kalangan akademisi yang menilai adanya indikasi politisasi lembaga pendidikan, meski pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim akhirnya memberikan pembelaan resmi.
Akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul), Herdiansyah Hamzah yang akrab disapa Castro, menegaskan bahwa narasi ucapan terima kasih oleh sekolah-sekolah merupakan tindakan yang keliru.
Dalam wawancara pada 15 April 2026, Castro menduga adanya upaya menyeret institusi pendidikan ke dalam urusan politik praktis.
Analogi Binatang Buas dan Realitas Politisasi
Castro memberikan perumpamaan menohok terkait fenomena video yang seragam tersebut.
Ia menyebut masyarakat sebenarnya sudah sangat cerdas dalam membaca situasi tanpa perlu penjelasan panjang lebar dari pihak birokrasi mengenai motif di balik konten-konten tersebut.
"Itu (politisasi) seperti binatang buas, seperti buaya. Orang tidak perlu dijelaskan lagi bahwa itu adalah binatang buas, orang semua sudah paham. Atau seperti gunung meletus, semuanya orang sudah tahu kalau itu gunung meletus," ujar Castro, Rabu (15/4).
Ia menekankan bahwa publik tetap menangkap esensi adanya upaya tarik-menarik lembaga pendidikan ke ranah politik.
"Tidak dijelaskan pun orang sudah paham bahwa itu adalah bentuk bagaimana kemudian lembaga pendidikan dibawa ke dalam urusan politik. Itu sudah jelas dan itu adalah soal yang keliru. Itu justru membuat marwah pendidikan kita menjadi tercoreng," tegasnya.




