ARUSBAWAH.CO - Rencana besar penyelamatan Badak Kalimantan yang kini hanya tersisa satu individu di alam liar mendapat dukungan dari kalangan legislatif.
Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, menyampaikan apresiasi atas langkah lintas lembaga dalam upaya menyelamatkan Badak Pari Mahulu dari ancaman kepunahan.
Seperti diketahui, Badak Pari Mahulu menjadi satu-satunya individu Badak Kalimantan (Dicerorhinus sumatrensis harrissoni) yang masih bertahan di habitat aslinya di kawasan Mahakam Ulu.
Kondisi ini membuat rencana translokasi menuju Suaka Badak Kelian menjadi langkah krusial dalam penyelamatan spesies tersebut.
Dinilai Langkah Strategis dan Tidak Boleh Ditunda
Ekti Imanuel menilai, upaya yang dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama Kementerian Kehutanan dan para pemangku kepentingan lainnya merupakan langkah strategis yang harus didukung penuh.
Menurutnya, kondisi populasi yang sangat kritis tidak memberikan banyak ruang untuk penundaan, sehingga setiap keputusan harus diambil secara cepat namun tetap terukur.
“Ini bukan hanya soal satwa, tetapi soal keberlanjutan ekosistem dan warisan alam Kaltim yang sangat berharga,” ujar Ekti dalam keterangannya.
Apresiasi Kolaborasi Lintas Lembaga
Ekti juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, akademisi, hingga lembaga konservasi dan masyarakat adat yang terlibat dalam rencana penyelamatan tersebut.
Ia menilai keterlibatan banyak pihak menunjukkan keseriusan dalam menjaga keberlangsungan spesies endemik yang kini berada di ambang kepunahan.
“Kolaborasi seperti ini penting, karena persoalan konservasi tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri,” tambahnya.
Harap Jadi Momentum Perkuat Perlindungan Hutan
Lebih lanjut, politisi tersebut berharap rencana translokasi Badak Pari Mahulu tidak hanya menjadi upaya penyelamatan jangka pendek, tetapi juga momentum untuk memperkuat perlindungan kawasan hutan di Kalimantan Timur.
Menurutnya, keberadaan habitat asli yang tetap dijaga sebagai area preservasi menjadi kunci penting agar siklus konservasi dapat berlanjut di masa depan.
“Kalau ini berhasil, bukan hanya satu individu yang diselamatkan, tapi juga harapan untuk mengembalikan populasi Badak Kalimantan di alam liar,” tegasnya.
Dukungan untuk Langkah Ilmiah dan Teknologi Konservasi
Ekti juga mendukung penggunaan pendekatan ilmiah seperti teknologi reproduksi berbantuan hingga potensi kloning yang tengah dipersiapkan dalam program penyelamatan tersebut.
Ia menilai, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk mendukung upaya pelestarian satwa langka yang populasinya sudah sangat terbatas.
“Ini langkah maju. Kita harus terbuka dengan inovasi selama tujuannya untuk penyelamatan lingkungan,” ujarnya.
Dengan kondisi saat ini, Ekti berharap proses translokasi Badak Pari Mahulu dapat berjalan lancar, aman, dan menjadi contoh nasional dalam upaya penyelamatan satwa langka di Indonesia. (sobizz/pra)
- Bertahun-Tahun Menjaga Hutan, Masyarakat Adat Long Isun dan Long Pahangai Kini Diakui Negara
- 5 Bulan Kerja, 16 Agenda, Puluhan Perusahaan Dipanggil, Pansus TJSL DPRD Kaltim Akhiri Masa Kerja dengan Sejumlah Catatan
- Kursi Kamaruddin Ibrahim Masih Kosong, Ekti Imanuel Sebut DPRD Kaltim Tak Bisa Paripurna Tanpa Surat DPP NasDem




