Ia menyebut nilai audit kinerja dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) meningkat dari skor 72 pada 2021, menjadi 91 pada 2023.
Namun, menurutnya, tahun 2024 mengalami sedikit penurunan ke angka 89 akibat penyesuaian sistem baru.
“Sekarang semuanya transparan. Kami menggunakan sistem perencanaan sumber daya perusahaan (ERP) dan sistem pelaporan internal (IRT). Bahkan sopir yang ingin mengambil uang tol pun harus mengajukan lewat sistem. Semua sudah tanpa kertas (paperless). Laporan keuangan dan kerja sama operasional bisa diakses oleh pemegang saham,” jelasnya.
- Kritik Akademisi Unmul soal Seleksi Direksi BUMD Kaltim: Jangan Main Kucing-kucingan
- Ari Askhara Eks Dirut Garuda Lamar Posisi Dirut BUMD Kaltim, Pernah Divonis Satu Tahun Bui Kasus Selundupan Onderdil Harley
- Hasil Seleksi Administrasi Direksi BUMD Kaltim 2025 Diumumkan, Edy Kurniawan Masuk Calon Dirut PT MMPKT
Pendapatan dari PI Turun, Inovasi Jadi Kunci
Namun ia menegaskan, tantangan utama ke depan adalah menjaga keberlangsungan pendapatan.
Selama ini, PT MMPKT sangat bergantung pada pendapatan 10 persen (participating interest/PI) dari blok-blok migas.
Tapi sebagian besar blok itu kini sudah tua dan produksinya terus menurun.
“Penurunan pasti terjadi. Kecuali ada blok baru, pendapatan dari PI akan terus turun. Dulu bisa Rp100 miliar, sekarang hanya sekitar Rp35 miliar untuk tahun 2025,” paparnya.
Sebagai solusi, Edy menyebut MMPKT telah mulai mengoptimalkan sumur-sumur yang sebelumnya tidak berproduksi dan mengaktifkan kembali sumur-sumur yang telah berhenti.
“Kami sudah melakukan pengeboran di 12 sumur: 8 di Kalimantan Timur, dan 4 di Jambi. Produksi harian beberapa titik meningkat dari 50 menjadi 100 barel,” ujarnya.
Edy Kurniawan Bersaing dengan Eks Dirut Garuda Indonesia, Ari Askhara
Ketika ditanya wartawan Arusbawah.co soal pesaingnya dalam seleksi direksi, termasuk mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara atau dikenal Ari Askhara, Edy mengaku tak gentar.
Tag



