ARUSBAWAH.CO - Edy Kurniawan kembali mencalonkan diri sebagai Direktur PT Migas Mandiri Pratama Kalimantan Timur (MMPKT), perusahaan milik Pemprov Kaltim yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi (migas).
Edy mengaku masih ingin menyelesaikan proses perbaikan menyeluruh di tubuh MMPKT yang ia mulai sejak tahun 2021.
“Sebenarnya kalau saya dikasih waktu satu tahun lagi, MMPKT pasti bisa benar-benar stabil. Karena sekarang ini kami masih dalam proses. Kami sudah berubah, tapi belum sepenuhnya stabil,” kata Edy saat ditemui wartawan Arusbawah.co, Senin (14/7/2025).
Menurutnya, saat pertama kali memimpin pada 2021, kondisi pengelolaan internal MMPKT sangat-sangat memprihatinkan.
“Sekarang boleh tanya ke BPKP, BPK, atau aparat penegak hukum. Tata kelola kami sudah jauh lebih baik,” ujarnya.
Dari Piutang Rp90 Miliar, Turun Jadi Rp50 Miliar
Selama menjabat sebagai direktur, Edy mengklaim berhasil menurunkan nilai piutang perusahaan dari Rp90 miliar menjadi Rp50 miliar.
Bahkan sekitar Rp40 miliar lebih telah berhasil ia amankan.
“Itu kami lakukan lewat kerja sama dengan Kejaksaan. Melalui proses hukum perdata, pemanggilan, hingga penyitaan aset,” jelasnya.
Edy juga menyinggung beratnya beban kerja yang ia hadapi selama empat tahun memimpin, dari 2021 hingga 2025.
Ia menggambarkan kondisi awal MMPKT seperti dapur yang hanya memiliki nasi sisa, tapi tetap harus menyajikan makanan layak untuk dimakan.
“Kami memulai dari nol. Bahkan sempat seluruh dananya ditarik, sampai saya pernah diberhentikan oleh Sekda pada 2022,” ungkapnya.
Edy Kurniawan: MMPKT Kini Jadi “Gadis Cantik”
Saat ini, menurut Edy, MMPKT telah menjelma menjadi BUMD migas dengan sistem teknologi informasi terbaik dan tata kelola yang semakin kuat.
Tag



