Kios yang dibiarkan kosong, menurut Disdag, hanya akan memperlambat pemulihan aktivitas ekonomi di kawasan Pasar Pagi.
Baca juga:
Masalah Data dan Sistem Digital Jadi Kendala
Selain lambatnya pengisian kios, Disdag juga mengakui adanya persoalan serius dalam sistem pendataan pedagang.
Hasil verifikasi ulang menunjukkan ketidaksinkronan data akibat kelemahan sistem digital. Dalam sejumlah kasus, nama pedagang hilang atau bahkan tertindih data pedagang lain.
“Memang ada kemungkinan kesalahan pada aplikasi, sehingga ada data pedagang yang tertindih atau tidak muncul,” jelas Nurrahmani.
Dampaknya cukup signifikan. Sejumlah pedagang yang memiliki dokumen sah justru tidak terakomodasi dalam daftar penerima kios, memunculkan potensi ketidakadilan dalam distribusi lapak.




