Investigasi IBP di pabrik-pabrik Chaoshan juga menemukan indikasi penggunaan minyak babi (lard oil) sebagai campuran pelumas industri dalam proses produksi baki stainless steel.
Dokumen pabrik dan wawancara pekerja menunjukkan minyak tersebut dicampur dengan pelumas mineral untuk meningkatkan kinerja mesin.
Jika benar, hal ini menimbulkan persoalan serius terkait kepatuhan halal. Saat ini, dua laboratorium di Jakarta dan sekitarnya tengah menguji sampel baki guna memastikan apakah ada kandungan hewani dalam pelumas produksi.
Hingga kini, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah belum memberi pernyataan resmi terkait status halal baki impor ini.

Respons Importir dan Pemerintah
Seorang importir di Indonesia, saat ditanya soal masuknya baki ketika larangan masih berlaku, hanya menyebut bahwa mereka “sekadar berdagang”, sementara urusan legalitas menjadi kewenangan Bea Cukai.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengaku tidak merasa berwenang mengawasi mutu baki impor.
Ia menegaskan BGN hanya sebagai pengguna, bukan lembaga penilai kualitas produk.
Sementara itu, Dirjen ILMATE Kemenperin Setia Diarta menegaskan, indikasi pelanggaran harus dilacak lewat sistem asal produksi dan verifikasi lembaga penerbit SNI. Jika terbukti, pihaknya mendukung penegakan hukum.
Namun hingga kini, BSN belum memberi klarifikasi tegas terkait dugaan penyalahgunaan label SNI dan “Made in Indonesia”.
MBG di Persimpangan Jalan
Program MBG yang menelan anggaran besar bertujuan mulia: meningkatkan gizi anak Indonesia.
Namun bila implementasinya terjerat praktik impor ilegal, produk berbahaya, hingga isu non-halal, bukan hanya kesehatan anak yang terancam, melainkan juga kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Laporan investigasi dari IBP menyebut, masih menunggu hasil uji laboratorium serta tanggapan resmi dari Kementerian Perdagangan, BPOM, BPJPH, Komisi IX DPR, BSN, dan BGN. (pra)
Sumber: IBP Media Group
- Makan Bergizi Gratis di Samarinda - Per Hari Ini Diprediksi Sudah Habiskan Anggaran Rp 255 Juta, Ini Perhitungannya!
- Menanti 100 Hari Rudy Mas’ud-Seno Aji: Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur, Pengamat: Jangan Sekadar Janji!
- MBG di Samarinda, 1.429 Porsi Makan Bergizi Gratis Dihandle 30 Tenaga Kerja! Hanya dari Satu Dapur
Tag




