Arus Politik

Duduk Sila Kader Gerindra saat Kader Golkar Berhalangan

Selasa, 26 Agustus 2025 16:13

POTRET - Potret Bagus Susetyo dan Seno Aji saat duduk sila berbincang dengan aksi massa/ Foto: IST (kolase Arusbawah.co)

Dalam praktik tradisional, komunikasi politik cenderung bersifat top-down: pemerintah berbicara, rakyat mendengar.

Namun, buku tersebut menjelaskan bahwa praktik tersebut makin ditinggalkan.

Pola komunikasi baru menuntut interaksi dua arah, di mana masyarakat tidak lagi pasif melainkan aktif merespons, mengkritik, bahkan ikut mengarahkan agenda politik.

Konsep direct political communication menjadi penting karena membuka jalur komunikasi tanpa terlalu bergantung pada perantara, seperti media massa atau birokrasi.

Hal ini terlihat dari fenomena town hall meetings, media sosial yang dipakai langsung oleh presiden, hingga pejabat daerah yang turun ke jalan menghadapi demonstran.

Politik sebagai Diskursus, Bukan Sekadar Pesan

Poin yang juga disampaikan adalah bahwa komunikasi politik tidak berhenti pada penyampaian pesan, melainkan bagian dari diskursus yang membentuk persepsi publik tentang legitimasi kekuasaan.

Dengan kata lain, bagaimana pemimpin berbicara sama pentingnya dengan apa yang dibicarakan.

Contohnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron menggunakan forum dialog publik untuk meredam kemarahan massa Yellow Vest.

Sementara Presiden ke-7 RI, Jokowi ketika masih menjabat juga sangat sering melakukan blusukan untuk menunjukkan kedekatan dengan rakyat.

Dedi Mulyadi juga dikenal dengan gaya duduk sila ketika berdialog dengan masyarakat desa.

Ada pula yang lebih ekstrem lagi ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan yang sampai turun ke lapangan saat kudeta 2016.

Saat upaya kudeta militer, Presiden Erdoğan muncul langsung lewat video call (Face Time) dan turun ke jalan, mendorong rakyat membela demokrasi.

Praktik ini bukan hanya komunikasi, melainkan juga upaya membangun citra politik yang otentik.

Tantangan Komunikasi Politik Langsung

Namun, komunikasi politik langsung juga punya risiko. Tanpa filter media atau institusi, pesan bisa disalahartikan, atau justru menciptakan polarisasi baru.

Tokoh-tokoh politik menggunakan gaya komunikasi langsung untuk menunjukkan kedekatan, mulai dari blusukan, siaran langsung di media sosial, hingga menghadapi demonstrasi mahasiswa di lapangan. (pra)

 

 

Tag

MORE