Kemenangan itu membuka jalan menuju panggung dunia.
Pada awal 2025, ia ditunjuk mewakili Indonesia dalam MTQ Internasional yang digelar di Jakarta dan diikuti 187 negara.
“Alhamdulillah saya mendapat juara satu,” katanya.
Belum berhenti di situ.
Pada November 2025, Imranul kembali mewakili Indonesia di MTQ Internasional Bangladesh dan kembali meraih juara pertama.
“Alhamdulillah saya satu-satunya qori yang berhasil mendapatkan gelar juara dunia dua kali dalam setahun,” ujarnya.
Ujian Berat di Balik Kesuksesan
Namun di balik keberhasilan itu, ia sempat menghadapi serangkaian cobaan berat.
Ia pernah hampir kehilangan pekerjaan karena terlalu fokus pada tilawah, menjadi korban penipuan hingga kehilangan lebih dari Rp120 juta saat membeli mobil, serta mengalami kebakaran rumah.
“Rumah pengajian saya terbakar hangus. Saat itu saya benar-benar merasa sudah tidak mampu lagi menghadapi cobaan,” katanya.
Tak hanya itu, istrinya juga sempat difitnah di tempat kerja hingga harus berhenti.
Meski demikian, ia tetap bertahan dan memilih terus memperjuangkan cita-citanya menjadi qori internasional.
Mengabdikan Hidup untuk Al-Qur’an
Kini Imranul mengabdikan diri untuk Al-Qur’an.
Ia telah berhenti dari pekerjaannya di perusahaan dan menjadi imam rawatib di Masjid Agung di Kutai Timur.
Ia juga bekerja sebagai staf di BUMD Kutai Timur dan mengajar tilawah kepada generasi muda.
Selain itu, Imranul tengah menggagas pendirian pondok pesantren tilawah dan tahfiz Al-Qur’an.
“Saat ini saya ingin fokus mengembangkan Al-Qur’an,” katanya.
Pesan Imranul Karim untuk Generasi Muda
Bagi Imranul, perjalanan hidupnya menjadi bukti bahwa latar belakang bukanlah penentu masa depan.
“Segala sesuatu yang menjadi ujian itu adalah cara Allah untuk mengangkat derajat kita setinggi-tingginya,” ujarnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.
“Mari kita tanamkan dalam diri kita dan anak-anak kita cinta Al-Qur’an. Karena kemuliaan hidup itu ada di Al-Qur’an,” katanya. (sobizz/Irwan)
- Juara MTQ Dunia Ramaikan Haflah Al-Qur’an di Samarinda, Dari Bangladesh hingga Turki
- Talkshow Al-Qur’an Pertama di Kaltim: Berbagai Kisah Dibagikan Para Juara MTQ Internasional
- Lomba Azan–Tilawah Ramai, Tapi Siap Naik ke MTQ? Ini Kata LPTQ Kaltim
- LPTQ Kaltim Bina Generasi Muda, Jadi Juri Lomba Keagamaan SMA 5 Samarinda
Tag




