Advertorial

DPRD Samarinda

DPRD Samarinda Soroti Kasus Bunuh Diri di Jembatan Mahakam, Usul Pagar Pengaman

DPRD - Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie/ Foto: IST

Menurutnya, berbagai tekanan hidup dapat menjadi pemicu seseorang mengambil keputusan ekstrem, mulai dari persoalan hubungan pribadi hingga masalah lainnya.

Novan mengatakan upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil. 

Ia menilai keberadaan Rukun Tetangga (RT) memiliki posisi strategis untuk mengenali lebih dini apabila terdapat warga yang sedang menghadapi persoalan atau konflik sehingga dapat segera diberikan perhatian.

"Supaya apa? Supaya mampu mencegah perbuatan tindakan lanjutan. Jika hal seperti ini terus diabaikan, publik akan kehilangan arah untuk mencari jalan keluar. Ditambah lagi jika motifnya adalah masalah asmara, kan repot kita nggak pernah bisa tebak kondisi psikologi seseorang," jelas Novan.

Selain penguatan peran masyarakat, DPRD juga menilai aspek keamanan infrastruktur perlu mendapat perhatian. 

Novan menyoroti belum adanya pagar pengaman yang mengarah langsung ke sisi sungai di Jembatan Mahakam maupun Jembatan Kembar. 

Saat ini, fasilitas yang tersedia bagi pejalan kaki masih sebatas trotoar tanpa pembatas yang dinilai memadai.

"Memang secara kondisi, memerlukan pagar pengaman. Adanya pagar ini akan membuat orang berpikir dua kali untuk melakukan tindakan bunuh diri karena tidak terfasilitasi oleh kondisi tempat. Saat ini, fasilitas pengaman untuk pejalan kaki memang belum ada, begitu pula pagar pengaman langsung ke arah sungai," jelasnya.

Di sisi lain, Novan mengingatkan masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan mental yang telah disediakan pemerintah. 

Menurutnya, fasilitas konsultasi psikologi kini telah tersedia mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit milik pemerintah kota maupun pemerintah provinsi sehingga masyarakat yang mengalami tekanan psikologis dapat memperoleh pendampingan.

Tag

MORE