Pembahasan APBD 2027 juga dibayangi kondisi fiskal Kota Samarinda yang mengalami penurunan pada 2026.
Jika pada 2025 APBD Kota Samarinda berada di kisaran Rp5,8 triliun, maka target pendapatan murni daerah pada 2026 turun menjadi sekitar Rp3,18 triliun.
Pemerintah kota kemudian mengandalkan tambahan Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menopang kemampuan fiskal daerah.
Dengan tambahan tersebut, total anggaran yang dikelola Pemkot Samarinda pada 2026 berada di kisaran Rp3,5 triliun.
Penurunan tersebut dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran dan berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat.
DPRD Akan Telaah Nota Keuangan dan Prioritas Belanja
Helmi menegaskan DPRD tidak ingin menyimpulkan lebih awal mengenai arah APBD 2027 sebelum menerima dokumen resmi dari pemerintah kota.
Ia menjelaskan proses penyusunan anggaran harus diawali dengan penyampaian nota keuangan serta buku anggaran oleh pemerintah daerah.
Setelah dokumen diterima, DPRD akan mencermati berbagai aspek, mulai dari proyeksi pendapatan daerah, program prioritas, hingga arah kebijakan belanja yang disiapkan pemerintah kota.
Tag



