ARUSBAWAH.CO - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Samarinda kini masuk fase pengawasan yang lebih ketat.
DPRD Kota Samarinda menegaskan tidak ingin ada celah dalam pelaksanaan program yang menyangkut kebutuhan pangan masyarakat ini, terutama pada aspek kebersihan dan keamanan dapur produksi.
Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, menegaskan pihaknya akan segera mengambil langkah konkret dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia makanan MBG.
“Kita minta semua dapur dicek, tidak hanya yang sudah terdata. Kalau tidak memenuhi standar kesehatan dan pengelolaan limbah, sebaiknya ditutup sementara sampai dilengkapi,” tegasnya.
Skala Produksi Besar, Risiko Harus Dikendalikan
Menurut Celni, program MBG memiliki skala produksi makanan yang sangat besar setiap harinya.
Kondisi ini membuat standar operasional dapur tidak bisa dianggap sepele.
Aspek kebersihan, kesehatan makanan, hingga pengelolaan limbah menjadi faktor utama yang wajib dipastikan sesuai aturan.
Tanpa pengawasan ketat, risiko terhadap penerima manfaat bisa saja muncul di kemudian hari.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kompetensi para penyedia dapur dalam pengolahan makanan massal, agar kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga.
Tag



