“Walaupun anggaran turun, program penting di sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur tetap dijalankan dengan monitoring yang intensif,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan fiskal yang lebih presisi agar pemotongan TKD tidak menghambat laju pembangunan.
Efisiensi belanja dan perencanaan yang matang disebutnya sebagai faktor penentu keberlanjutan program.
“Jika anggaran dikelola dengan tepat, dampak pengurangan TKD bisa ditekan, dan program-program utama tetap dapat berjalan,” jelas Yenni.
Menutup pernyataannya, ia menegaskan komitmen DPRD untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah provinsi agar arah pembangunan Kaltim tetap konsisten, berkelanjutan, dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kolaborasi yang kuat antara DPRD dan pemerintah provinsi menjadi kunci agar pembangunan berjalan tepat sasaran dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tutupnya.
(adv)
Tag



