“Jadi kalau masih ada pembelian buku itu, berarti sarana pendukung, seperti internet perangkat teknologi atau laboratorium, belum terpenuhi,” tambahnya.
Menurutnya, arah pembangunan pendidikan tidak bisa dimaknai sekadar dengan memperbaiki bangunan fisik sekolah.
Ia menilai bahwa gedung yang terlihat baru tidak menjamin kualitas pembelajaran meningkat apabila perangkat digital yang kini menjadi bagian utama kurikulum tidak disediakan dengan baik.
“Ini yang saya maksud pendidikan harus dipikirkan menyeluruh bukan hanya bangun gedung,” terangnya.
Politisi PKS tersebut juga menyoroti tujuan utama pendidikan, yakni memastikan setiap siswa memperoleh layanan setara dan relevan dengan perkembangan zaman.
Dukungan teknologi menjadi syarat agar peserta didik dapat berkembang serta bersaing pada masa mendatang.
“Intinya pelayanan pendidikan harus menjadi prioritas pertama karena anak-anak ini adalah sumber daya masa depan bangsa. Jangan setengah-setengah dalam memberikan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” pungkasnya.
Harapan DPRD ialah pemerintah mulai mempercepat pemenuhan sarana digital, pemerataan akses internet, pengadaan perangkat, serta peningkatan kompetensi guru agar transformasi digital tidak berhenti pada slogan dan benar-benar hadir di seluruh sekolah Kalimantan Timur. (adv)
Tag



