Menurutnya, degradasi lingkungan sekarang telah berubah menjadi ancaman langsung bagi keselamatan warga.
Ia menilai penguatan pendidikan lingkungan perlu dihadirkan tidak hanya untuk memperluas wawasan, tetapi juga membangun landasan etika yang membimbing pemanfaatan alam secara bertanggung jawab.
“Karena tanpa etika, pemanfaatan alam yang tidak bijak justru memunculkan risiko bencana yang semakin besar,” pungkasnya.
Damayanti juga meminta agar kebijakan Presiden diikuti revisi kurikulum dan pelatihan guru, sehingga proses belajar tidak berhenti pada slogan.
Ia mendorong sekolah untuk membawa siswa mengenali kondisi ekologis di sekitar mereka mulai dari Daerah Aliran Sungai (DAS), kawasan hutan, hingga pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA).
Menurutnya, jika pengajaran dilakukan dengan cara yang terhubung langsung dengan realitas lapangan, maka generasi Kaltim akan tumbuh dengan kesadaran ekologis yang kuat dan mampu menghadapi tantangan lingkungan di masa depan. (adv)
Tag



