Advertorial

DPRD Kaltim

DPRD Kaltim Sambut Gagasan Presiden Prabowo tentang Etika Lingkungan dalam Materi Sekolah

Penguatan Kurikulum Hijau

Kamis, 11 Desember 2025 14:9

PENDIDIKAN - Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Damayanti/ Foto: HO

ARUSBAWAH.CO - Gagasan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai perlunya pendidikan lingkungan dimasukkan ke dalam materi pembelajaran langsung menarik perhatian DPRD Kalimantan Timur. 

Komisi IV DPRD Kaltim melihat situasi ekologis belakangan ini sebagai alarm nyata bahwa literasi lingkungan harus diberikan sejak bangku sekolah

Damayanti, anggota komisi tersebut, menilai serangkaian bencana hidrometeorologi, merosotnya kondisi ekologis, serta kebiasaan masyarakat yang belum memikirkan keberlanjutan menjadi bukti bahwa pendidikan lingkungan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang sangat mendesak.

Ia menjelaskan bahwa pembelajaran mengenai etika lingkungan harus ditempatkan sebagai bagian dari pembentukan karakter, bukan tambahan materi yang berdiri sendiri. 

Komisi IV menilai bahwa setiap mata pelajaran seharusnya memuat nilai-nilai yang membantu siswa memahami pentingnya menjaga alam sejak usia dini. 

Dampak bencana di Pulau Sumatera beberapa waktu lalu disebut Damayanti sebagai penegasan bahwa kesadaran kolektif masyarakat terkait alam masih sangat rapuh. 

“Terkait pernyataan Presiden mengenai pentingnya memasukkan pendidikan etika lingkungan, saya sangat sepakat karena kita menyaksikan sendiri bagaimana bencana di Sumatera menunjukkan pentingnya kesadaran menjaga alam,” tegasnya.

Menurutnya, degradasi lingkungan sekarang telah berubah menjadi ancaman langsung bagi keselamatan warga. 

Ia menilai penguatan pendidikan lingkungan perlu dihadirkan tidak hanya untuk memperluas wawasan, tetapi juga membangun landasan etika yang membimbing pemanfaatan alam secara bertanggung jawab. 

“Karena tanpa etika, pemanfaatan alam yang tidak bijak justru memunculkan risiko bencana yang semakin besar,” pungkasnya.

Damayanti juga meminta agar kebijakan Presiden diikuti revisi kurikulum dan pelatihan guru, sehingga proses belajar tidak berhenti pada slogan. 

Ia mendorong sekolah untuk membawa siswa mengenali kondisi ekologis di sekitar mereka mulai dari Daerah Aliran Sungai (DAS), kawasan hutan, hingga pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA). 

Menurutnya, jika pengajaran dilakukan dengan cara yang terhubung langsung dengan realitas lapangan, maka generasi Kaltim akan tumbuh dengan kesadaran ekologis yang kuat dan mampu menghadapi tantangan lingkungan di masa depan. (adv)

Tag

MORE