Arus Publik

ARUS DATA

Dokumen Dirjen Perimbangan Keuangan: Kaltim Kehilangan DBH Rp5,3 Triliun, Kaltara Ambruk 99 Persen

DBH Kaltara nyaris habis, menyisakan hanya Rp 3,2 Miliar

Selasa, 7 Oktober 2025 11:55

ILUSTRASI DBH - Ilustrasi DBH. Penyusutan DBH pada 2026 dipastikan terjadi berdasarkan dokumen alokasi anggaran TKD dari Dirjen Perimbangan Keuangan RI/ Foto Pexels (kolase Arusbawah.co)

ARUSBAWAH.COAnggaran Transfer ke Daerah (TKD) untuk seluruh provinsi di Indonesia, dipastikan berkurang. 

Pada 2025, total pagu anggaran TKD se-Indonesia yang dialokasikan pusat adalah senilai Rp 919 Triliun. 

Namun, di 2026, total pagu anggaran TKD se-Indonesia yang sudah disepakati pemerintah-DPR hanyalah Rp 693 Triliun. 

Situasi ini, otomatis juga berdampak pada 5 provinsi di Kalimantan. 

Redaksi Arusbawah.co bedah soal menyusutnya anggaran Dana Bagi Hasil (DBH) dari dari 2025 ke 2026 untuk seluruh provinsi di Kalimantan. 

Data diolah tim riset Arusbawah.co dari dua sumber. 

Pertama adalah data rincian Transfer ke Daerah dari situs Kementerian Keuangan untuk tahun 2025. 

Kedua, adalah data alokasi Dana Transfer Umum (DTU) yang sudah diupload oleh Dirjen Perimbangan Keuangan. 

Kalimantan Timur (Kaltim) 

Pagu DBH 2025: Rp 6,97 Triliun 

Pagu DBH 2026: Rp 1,62 Triliun 

Kalimantan Selatan (Kalsel) 

Pagu DBH 2025: Rp 3,4 Triliun 

Pagu DBH 2026: Rp 821 Miliar 

Kalimantan Tengah (Kalteng) 

Pagu DBH 2025: Rp 2,4 Triliun 

Pagu DBH 2026: Rp 504 Miliar 

Kalimantan Barat (Kalbar) 

Pagu DBH 2025: Rp 293 Miliar 

Pagu DBH 2026: Rp 130 Miliar 

Kalimantan Utara (Kaltara) 

Pagu DBH 2025: Rp 627 Miliar 

Pagu DBH 2026: Rp 3,2 Miliar 

 

Kaltim Anjlok Rp 5,3 Triliun, Kaltara Hampir Habis 99 Persen

Dari data resmi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan itu, menunjukkan penurunan tajam alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) untuk seluruh provinsi di Pulau Kalimantan pada tahun anggaran 2026.

Dari hasil perbandingan pagu 2025 dan 2026, dua provinsi tampak paling terpukul: Kalimantan Timur secara nominal, dan Kalimantan Utara secara persentase.

Kaltim Turun Rp 5,35 Triliun

Kalimantan Timur (Kaltim), yang selama ini menjadi penghasil utama sumber daya alam nasional, mengalami penurunan dari Rp 6,97 triliun pada 2025 menjadi Rp 1,62 triliun di 2026.

Artinya, alokasi DBH Kaltim menyusut sekitar 76,75 persen, atau setara kehilangan lebih dari Rp 5,3 triliun.

Kaltara Nyaris Nol: Anjlok 99,5 Persen

Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat penurunan paling ekstrem secara persentase.

Dari Rp 627 miliar pada 2025, DBH yang diterima hanya Rp 3,2 miliar di 2026.

Penurunan itu mencapai 99,49 persen, menyisakan kurang dari setengah persen dari pagu tahun sebelumnya.

Dengan kata lain, praktis DBH Kaltara nyaris habis.

Berikut rincian penurunannya: 

  • Kalimantan Timur: turun dari Rp 6,97 triliun menjadi Rp 1,62 triliun (-76,7%)
  • Kalimantan Selatan: dari Rp 3,4 triliun menjadi Rp 821 miliar (-75,8%)
  • Kalimantan Tengah: dari Rp 2,4 triliun menjadi Rp 504 miliar (-79,0%)
  • Kalimantan Barat: dari Rp 293 miliar menjadi Rp 130 miliar (-55,6%)
  • Kalimantan Utara: dari Rp 627 miliar menjadi hanya Rp 3,2 miliar (-99,5%)

Data diolah oleh tim riset Arusbawah.co. 

(pra/ard) 

 

 

Tag

MORE