ARUSBAWAH.CO - Wacana pemilihan kepala daerah kembali ke DPRD memunculkan banyak respons dari para pemangku kebijakan.
Di Samarinda, Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri angkat bicara, menegaskan bahwa pemerintah kota tidak menunggu kebijakan pusat secara pasif, melainkan sudah mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan.
Persiapan Bukan Hanya Teknis, tapi Lahir Batin
Saat ditanya persiapan menghadapi skenario pilkada baru, Saefuddin memilih jawaban singkat namun penuh makna.
“Kalau bicara persiapan, tentu ada. Ya, persiapan lahir dan batin saja,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).
Menurut Saefuddin, persiapan tidak hanya soal mekanisme pemilihan, tapi juga menyangkut legitimasi politik, relasi dengan masyarakat, hingga dinamika kekuasaan di daerah.
Ia menekankan bahwa wacana ini belum final, dan pemerintah daerah tetap memantau perkembangan politik di tingkat nasional.
“Ini masih wacana. Kita tunggu saja bagaimana perkembangannya,” tambahnya.
Konsekuensi Jika Pilkada Kembali ke DPRD
Jika sistem pilkada berubah, dampaknya akan terasa luas.
Kepala daerah tidak lagi dipilih langsung rakyat, melainkan melalui kesepakatan politik DPRD, yang dapat mengubah cara warga menilai legitimasi pemerintah.
Saefuddin menekankan, semua skema pemilihan, baik wali kota, gubernur, hingga level nasional, masih dalam pembahasan.
Belum ada kepastian apakah rakyat tetap memiliki hak pilih langsung atau mandat akan berpindah ke lembaga perwakilan.
“Siapa yang akan memilih kepala daerah? Itu belum diputuskan,” jelasnya.
Mental Pemimpin dan Daerah Harus Kuat
Wakil Wali Kota Samarinda itu menegaskan, pemerintah daerah harus siap menghadapi segala skenario, termasuk tekanan psikologis dan politik.
“Persiapannya bukan cuma soal teknis. Tapi juga mental,” kata Saefuddin.
Ia menekankan bahwa ukuran legitimasi kepala daerah akan berubah jika rakyat tidak lagi memilih langsung. Namun, pemerintah daerah tetap harus sigap menghadapi apapun keputusan yang akan keluar dari pusat.
“Kita tunggu keputusannya, tapi daerah tentu harus siap menghadapi apa pun,” tutupnya. (isa)




