ARUSBAWAH.CO - Tingginya kunjungan pemustaka ke Perpustakaan Kota Samarinda dalam beberapa waktu terakhir memunculkan sorotan terhadap kesiapan fasilitas yang tersedia.
Meningkatnya minat masyarakat, khususnya mahasiswa, membuat kebutuhan akan sarana dasar seperti meja dan kursi belajar semakin terasa, terutama pada jam-jam padat.
Keluhan tersebut disampaikan Yuli Nur Rahmawati, mahasiswa tingkat akhir Universitas Mulawarman, saat ditemui tim redaksi Arusbawah.co di Perpustakaan Kota Samarinda, Selasa (13/1/2025).
Saat itu, Yuli tengah mencari referensi untuk penyusunan skripsinya.
Menurut Yuli, pada waktu tertentu hampir seluruh ruang baca dipenuhi pengunjung.
Akibatnya, mahasiswa yang datang belakangan kerap kesulitan mendapatkan tempat belajar yang layak.
“Kalau sedang ramai, sering kali semua kursi dan meja sudah terpakai. Kadang akhirnya mengerjakan tugas di lantai,” ungkapnya.
Ia menilai keterbatasan fasilitas tersebut cukup berpengaruh terhadap kenyamanan, terutama bagi mahasiswa yang harus bekerja dalam waktu lama dengan tenggat tugas yang ketat.
Ruang belajar yang memadai dinilai penting untuk menjaga fokus dan efektivitas selama mengerjakan tugas akademik.
Yuli juga menyoroti terbatasnya pilihan ruang belajar alternatif di luar perpustakaan.
Menurutnya, menggunakan tempat komersial seperti kafe bukan solusi ideal bagi mahasiswa yang harus mengatur pengeluaran dengan ketat.
Tag



