“Banyak orang sudah terbiasa menganggap beras premium lebih enak. Akhirnya, ketika premium kosong, timbul keresahan. Padahal beras medium kualitasnya bagus,” jelas Heni.
Gubernur Kaltim Dorong Swasembada Pangan
Menanggapi kondisi ini, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menekankan pentingnya kemandirian pangan daerah.
Ia menyebut kebutuhan beras masyarakat Kaltim mencapai 29 hingga 34 ribu ton per bulan, sementara pasokan yang masuk hanya 21 hingga 26 ribu ton.
Saat ini, petani padi di Kaltim baru mampu memenuhi 30–36 persen dari total kebutuhan tersebut.
Rudy menyampaikan, Menteri Pertanian telah mendorong program optimalisasi lahan (Opla) agar setiap provinsi bisa mencapai swasembada pangan.
“Kita harus menyiapkan lahan yang dekat dengan sumber air. Targetnya panen bisa tiga kali setahun, bahkan empat kali jika menggunakan sistem mekanis. Dengan dukungan bibit dan teknologi, ini bisa menarik minat generasi milenial menjadi petani modern. Pendapatan petani bahkan bisa di atas Rp20 juta per bulan, jauh lebih tinggi dari UMR,” pungkas Rudy.
(wan)
Tag




