Soal pergantian direktur utama yang dinilai lebih cepat dari masa jabatan, Ayub menyebut pergantian memang dimungkinkan jika ada keputusan pemegang saham, namun tetap harus dilakukan secara transparan.
“Kalau periodisasi dipilih tanpa perpanjangan, tidak boleh melewati masa jabatan. Tapi kalau perpanjangan, bisa saja ada keputusan pemegang saham. Kalau 50 persen plus satu menginginkan perubahan, ya perubahan bisa terjadi,” jelasnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa proses pergantian harus bebas dari kepentingan tertentu.
“Yang penting siapa yang mengganti harus transparan. Jangan sampai ada unsur KKN di dalamnya,” tegasnya.
Dorong Figur Eksternal, Jangan Internal
Politikus Golkar ini menilai pergantian Direktur Utama Bankaltimtara sebaiknya diisi oleh figur eksternal. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memutus pola lama yang dinilai berpotensi menimbulkan persoalan di internal bank.
“Saya paling sepakat, intinya saya paling sepakat bahwa yang menjadi direktur itu harus di luar daripada internal BPD. Sehingga memecah mata rantai yang saya pikir ini sangat krusial sekali,” ujarnya.
Ia menilai, figur dari luar akan lebih independen dalam melakukan pembenahan, terlebih setelah sejumlah kasus yang pernah mencuat, baik terkait kredit bermasalah maupun kebocoran internal.
“Kalau internal saling menutupi mereka. Karena banyak betul kebocoran-kebocoran,” tegasnya.
Ayub juga menyinggung sejumlah kejadian yang menurutnya menjadi catatan penting, termasuk dugaan kebocoran yang terjadi di unit layanan di Balikpapan.
Meski mendorong figur eksternal, ia menegaskan bahwa kandidat tidak harus berasal dari luar daerah. Menurutnya, putra daerah Kalimantan Timur tetap memiliki peluang selama bukan berasal dari internal bank.
“Saya bicaranya bukan internal BPD. Jangan sampai persepsi bahwa internal BPD itu pasti putra Kaltim. Banyak sumber daya manusia putra lokal yang mumpuni,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa proses seleksi direksi bank daerah juga berada dalam pengawasan ketat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga kualitas kandidat tetap menjadi pertimbangan utama.
Tag



