Dampaknya, ruas ini tidak tertangani maksimal.
Kebutuhan Anggaran dan Data Pembangunan
Di luar itu, Ekti Imanuel menyebut masih ada sekitar 33 kilometer jalan yang belum mengalami peningkatan perbaikan.
Dari jumlah itu, sekitar 13 kilometer menjadi beban provinsi, sementara sekitar 20 kilometer bergantung pada dana APBN.
Ekti tidak menutup angka-angka itu.
Ia justru menunjukkan bahwa beban pembangunan jalan itu memang berat dan tidak bisa hanya ditanggung daerah.
Ekti mengkalkulasikan, anggaran Rp30–40 miliar hanya mampu membangun 3–4 kilometer jalan.
Ia menyebut untuk menyelesaikan puluhan kilometer tersisa, dibutuhkan ratusan miliar rupiah anggaran tambahan dari APBN.
Data di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Dinas PUPR Kaltim menunjukkan, pada 2025 Pemprov Kaltim sudah mengalokasikan sekitar Rp206 miliar untuk pembangunan ruas Tering–Ujoh Bilang.
Anggaran itu dibagi dalam empat paket pekerjaan:
- Pembangunan Jalan Tering–Ujoh Bilang 1: Rp53,4 miliar
- Pembangunan Jalan Tering–Ujoh Bilang 2: Rp53,4 miliar
- Pembangunan Jalan Tering–Ujoh Bilang 3: Rp48,9 miliar
- Pembangunan Jalan Tering–Ujoh Bilang 4: Rp51,2 miliar
Total anggaran itu digunakan untuk membangun sekitar 28,175 kilometer jalan dengan konstruksi rigid beton.
Selain itu, ada tambahan Rp12,7 miliar untuk pengadaan jembatan di ruas Ujoh Bilang–Long Bagun–Long Pahangai.
“Provinsi sudah kerja. Tapi kalau mau cepat selesai, harus ada dorongan dari pusat,” ujar Ekti.




