ARUSBAWAH.CO - Proyek jalan alternatif sepanjang 90 kilometer yang menghubungkan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) diminta tidak berhenti hanya sebagai wacana.
Penyusunan Detail Engineering Design (DED) harus segera rampung agar pembangunan bisa berjalan efektif sejak tahap awal.
Ekti Tekankan Pentingnya DED
Wakil Ketua I DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menegaskan DED menjadi fondasi utama proyek strategis ini.
Tanpa dokumen teknis yang komprehensif, proses pembangunan rawan terhambat.
“DED menjadi dasar penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Rencana Kerja Anggaran (RKA). Tanpa perencanaan teknis yang matang, pembangunan berisiko tidak berjalan efektif,” ujar Ekti, Selasa (17/2/2026).
Menurut legislator dari daerah pemilihan Kubar–Mahulu ini, keberhasilan proyek bergantung pada sinergi tiga pilar: Pemkab Kukar, Pemkab Kubar, dan Pemprov Kaltim.
Tag



