Lebih dari sekadar agenda sosialisasi, kegiatan ini terasa seperti ruang refleksi bersama.
Warga berdiskusi tentang nilai-nilai yang mulai terlupakan — tenggang rasa, kebersamaan, dan rasa memiliki terhadap tanah air.
Banyak peserta mengaku pulang dengan semangat baru untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila, baik di keluarga maupun lingkungan kerja.
Di akhir acara, Didik Agung mengajak seluruh warga Desa Kertabuana menjadi “duta kecil Pancasila” di lingkungannya masing-masing.
Ia percaya, perubahan besar selalu dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan kesadaran dan keikhlasan.
“Kalau setiap orang menyalakan lilin kecil berupa nilai-nilai Pancasila di hatinya, negeri ini akan terang benderang oleh semangat persatuan,” tutupnya. (adv)
Tag



