Disdikbud, kata dia, Organisasi Perangkat daerah (OPD) yang menyalurkan langsung bantuan seragam sekolah, sehingga masyarakat harus tahu capaiannya.
Menurut Armin, fenomena video tersebut harus dilihat sebagai bagian dari pertanggungjawaban publik.
“Masyarakat itu berhak tahu apa yang kami kerjakan. Apa capaian kami,” ujarnya.
Alasan Disdikbud: Laporan ke Gubernur hingga Pendidikan Karakter
Ia juga menyebut, selama ini pemerintah justru lebih sering disorot dari sisi negatif.
Karena itu, menurutnya, perlu ada keseimbangan informasi.
“Yang viral itu biasanya yang jelek. Sedikit-sedikit kasus negatif yang diangkat. Masa yang disampaikan ke masyarakat cuma yang buruk saja?” katanya.
Armin menjelaskan, ada tiga alasan utama di balik munculnya video-video tersebut.
Pertama, sebagai bentuk akuntabilitas publik melalui sekolah.
Kedua, sebagai cara menyampaikan laporan langsung kepada gubernur bahwa program benar-benar sampai ke sekolah.
Ketiga, sebagai bagian dari pendidikan karakter.
“Soal laporan ke gubernur, kalau hanya kepala dinas yang bicara bisa saja dianggap omong-omong saja. Tapi kalau sekolah yang menyampaikan langsung, itu lebih faktual,” ujarnya.
Ia menambahkan, tidak mungkin setiap sekolah datang langsung ke gubernur untuk melapor.
Tag



