Warga Adat Jadi Korban
Dampak sosial tak kalah serius. Setidaknya 2.108 warga di 10 desa di sepanjang Sungai Mentarang terancam terdampak langsung, termasuk Desa Semamu Lama, Semamu Baru, Long Sulit, Temalang, hingga Long Simau.
"Di wilayah Sungai Tubu, empat desa lainnya juga berada dalam zona terdampak, sebagian bahkan telah mengalami relokasi," ucap Seny Ahmad, pihak dari NUGAL Institute dalam keterangan pers diterima Arusbawah.co
Masyarakat adat Punan dan Lundayeh disebut menjadi kelompok paling rentan.
Laporan ini menyingkap praktik pemindahan paksa yang dibungkus program resettlement, tanpa partisipasi bermakna.
Pada awal 2023, sebanyak 28 keluarga Punan dipindahkan ke lokasi yang disediakan perusahaan tanpa persetujuan yang layak.
Alih-alih meningkatkan kesejahteraan, lokasi pemukiman baru justru menyulitkan kehidupan warga.
Masalah legalitas lahan, kegagalan proyek sawah, hingga tertutupnya mekanisme keberatan dalam skema LARAP (Land Acquisition and Resettlement Action Plan) disebut memperparah pemiskinan masyarakat adat.
Jejak Oligarki dan Korporasi
NUGAL Institute juga menelusuri struktur kepemilikan PT Kayan Hydropower Nusantara (KHN).
Sedikitnya 20 aktor tercatat terlibat, termasuk Adaro, Sarawak Energy, dan Kayan Patria Pratama.
Adaro diketahui menguasai 50 persen saham PLTA Mentarang Induk, yang terhubung dengan Garibaldi “Boy” Thohir, kakak Erick Thohir.
Nama lain yang mencuat adalah Lauw Juanda Lesmana beserta jejaring bisnis keluarganya di Kalimantan Utara.
Tag



