ARUSBAWAH.CO - Sabtu siang di Desa Panca Jaya, Kecamatan Muara Kaman, suasana desa tampak lebih hidup dari biasanya.
Warga berkumpul bukan sekadar untuk duduk mendengar, tapi untuk ikut bicara soal hal yang selama ini terasa jauh: demokrasi.
Kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ke-1 Tahun 2026 yang dilaksanakan Didik Agung Eko Wahono membuka ruang itu.
Temanya sederhana, tapi dekat dengan keseharian warga: partisipasi publik dalam tata pemerintahan yang demokratis.
Didik Agung menekankan bahwa demokrasi tidak berhenti saat pemilu.
Menurutnya, demokrasi justru berjalan ketika warga mau terlibat, berani bertanya, dan ikut mengawasi jalannya pemerintahan, terutama di tingkat desa.
“Kalau warga tidak ikut terlibat, kebijakan bisa jauh dari kebutuhan masyarakat. Padahal suara warga itu yang paling penting,” ujarnya di hadapan peserta.
Tag



