ARUSBAWAH.CO - Kesibukan sebagai Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Timur membuat hari-hari Yenni Eviliana nyaris tak memiliki jeda.
Dari rapat paripurna, menerima aspirasi warga, kunjungan kerja, hingga menghadiri berbagai kegiatan masyarakat, ritme pekerjaannya menuntut stamina yang tetap prima.
Di sela padatnya aktivitas itu, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut memilih satu cara sederhana untuk menjaga kebugaran: bermain padel.
Olahraga raket yang belakangan semakin populer di Indonesia itu kini menjadi rutinitas yang ia sempatkan ketika memiliki waktu luang.
Bagi Yenni, padel bukan sekadar mengikuti tren, tetapi menjadi cara menjaga kesehatan sekaligus melepas penat setelah menjalani aktivitas yang padat.
"Kalau seharian rapat atau banyak kegiatan, badan dan pikiran tentu ikut lelah. Main padel itu seperti mengisi ulang energi. Pulangnya badan berkeringat, pikiran juga terasa lebih segar," ujar Yenni.
Menurutnya, menjaga kesehatan merupakan bagian dari tanggung jawab seorang pejabat publik. Sebab, melayani masyarakat membutuhkan kondisi fisik yang prima.
"Kalau badan sehat, kita juga lebih semangat bekerja. Saya pikir siapa pun, apalagi perempuan yang punya banyak peran, perlu meluangkan waktu untuk bergerak. Tidak harus olahraga yang berat, yang penting rutin," katanya.

Padel Dinilai Ramah untuk Perempuan
Popularitas padel terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Berbeda dengan tenis, olahraga ini dimainkan di lapangan yang lebih kecil sehingga pemain tidak harus berlari terlalu jauh.
Teknik dasarnya pun relatif mudah dipelajari, bahkan oleh orang yang belum pernah memegang raket sekalipun.
Karena sebagian besar dimainkan secara berpasangan, padel juga menghadirkan suasana yang lebih santai dan komunikatif.
Tak sedikit perempuan yang menjadikan olahraga ini sebagai sarana menjaga kebugaran sekaligus memperluas pergaulan.
Dari sisi kesehatan, padel mampu melatih kebugaran jantung, meningkatkan koordinasi tubuh, memperkuat otot, melatih keseimbangan, sekaligus membantu membakar kalori. Intensitasnya yang tidak seberat beberapa olahraga kompetitif membuat risiko cedera juga relatif lebih rendah bila dimainkan dengan teknik yang benar.
Bagi perempuan, aktivitas fisik seperti padel juga dapat membantu menjaga kepadatan tulang, mengurangi stres, memperbaiki kualitas tidur, hingga meningkatkan suasana hati karena tubuh melepaskan hormon endorfin saat berolahraga.

Olahraga Bukan Soal Gaya Hidup, tapi Investasi Kesehatan
Bagi Yenni, olahraga tidak harus selalu dilakukan di pusat kebugaran atau dengan latihan berat. Yang terpenting adalah konsisten menyempatkan waktu untuk bergerak.
Ia berharap semakin banyak perempuan, terutama ibu rumah tangga, pekerja, hingga generasi muda, tidak ragu mulai berolahraga sesuai kemampuan masing-masing.
"Kadang kita terlalu sibuk mengurus pekerjaan atau keluarga sampai lupa menjaga diri sendiri. Padahal kalau kita sehat, kita juga bisa lebih maksimal mengurus keluarga, bekerja, dan melayani masyarakat. Jadi jangan menunggu sakit dulu baru mulai olahraga," tuturnya.
Menurut Yenni, padel menjadi salah satu pilihan karena suasananya menyenangkan dan tidak membuat pemain merasa sedang menjalani latihan yang berat.
"Yang paling saya suka, olahraga ini bikin ketawa juga. Mainnya berpasangan, saling menyemangati, jadi bukan cuma sehat, tapi juga mempererat silaturahmi. Rasanya selesai bermain itu badan lebih ringan dan pikiran juga lebih positif," pungkasnya.
Di tengah semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, padel kini bukan lagi sekadar olahraga yang sedang tren.
Bagi banyak orang, termasuk Yenni Eviliana, olahraga ini menjadi cara sederhana untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan, kesehatan, dan kehidupan sehari-hari. (sobizz/red)
- Yenni Eviliana Desak Segerakan Perjanjian Kerja Sama Beasiswa GratisPol ke 10 Kabupaten/Kota, Temuan BPK Jadi Alarm
- Yenni Eviliana: DPRD Kaltim Tetap Jaga Proses Hak Angket Berjalan Sesuai Aturan
- BREAKINGNEWS - Enam Fraksi DPRD Kaltim Hadir Paripurna Hak Angket Kecuali Golkar, Ini Nama-namanya
- Pansus TJSL Keluarkan 7 Rekomendasi, Pemprov Diminta Revisi Perda CSR dan Audit Perusahaan Bandel




