Advertorial

DPRD Samarinda

Dewan hingga Organisasi Pers di Kaltim Kecam Serangan Digital ke Kalangan Pewarta

Senin, 19 Mei 2025 17:56

KOLASE - Potret Adnan Faridhan dan pihak organisasi pers saat menyikapi serangan digital di kalangan pewarta/ kolase oleh Arusbawah.co

“Ini bukan hanya soal dunia maya, ini menyangkut hak rasa aman masyarakat. Jangan sampai warga Samarinda takut bersuara karena khawatir identitas mereka akan disebarluaskan,” pungkasnya.

Sementara itu, dari kalangan organisasi pers,  Aliansi Jurnalis Independen ( AJI ) Samarinda, Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ), dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia ( IJTI ) Kalimantan Timur mendesak polisi turun tangan.

Koalisi tiga organisasi wartawan di Kaltim ini sepakat untuk mendesak aparat kepolisian mengusut maraknya serangan digital atau doxing terhadap jurnalis di Samarinda

Dalam siaran pers bersama, AJI Samarinda, PWI Kaltim, dan IJTI Kaltim mengutuk praktik doxing yang menimpa sejumlah pelaku pers dan content creator.

“Praktik doxing merupakan  bentuk intimidasi yang tak bisa ditolerir. Ini teror terhadap orang-orang yang menjalankan fungsinya mengawasi pemerintahan,” kata Yuda Almerio, Ketua AJI Samarinda

Yuda menyatakan, doxing bukan hanya pelanggaran etika, tetapi juga bentuk kekerasan digital yang berdampak pada kebebasan pers. 

Ketua IJTI Kaltim, Priyo Puji Mustofan, menekankan bahwa ruang digital seharusnya menjadi tempat bertukar gagasan, bukan menyebarkan ancaman.

“Jejak digital tidak bisa dihapus. Tindakan doxing merusak iklim demokrasi,” katanya. (adv)

Tag

MORE